Burung layang tebing adalah lima spesies burung passerine kecil dalam genus Ptyonoprogne dari famili burung layang (Hirundinidae). Spesies-spesies tersebut adalah layang tebing Eurasia (P. rupestris), layang tebing pucat (P. obsoleta), layang tebing kelabu (P. concolor), layang tebing besar (P. fuligula), dan layang tebing berkerongkongan merah (P. rufigula). Kelima spesies ini memiliki kekerabatan yang sangat dekat dan sebelumnya kadang dianggap sebagai satu spesies saja. Mereka juga berkerabat dekat dengan burung layang rumah dari genus Hirundo dan oleh beberapa ahli dimasukkan ke dalam genus tersebut.
Burung-burung ini berukuran kecil dengan bagian atas tubuh berwarna cokelat, bagian bawah yang lebih pucat tanpa pita dada, serta ekor berbentuk persegi dengan bercak putih. Mereka dapat dibedakan satu sama lain berdasarkan ukuran, rona warna pada bagian atas dan bawah tubuh, serta detail kecil pada bulu seperti warna tenggorokan. Mereka mirip dengan burung layang pasir, tetapi memiliki warna bagian bawah tubuh yang lebih gelap dan tidak memiliki pita dada.
Taksonomi
Genus Ptyonoprogne diperkenalkan pada tahun 1850 oleh naturalis Jerman Ludwig Reichenbach, namun dalam publikasinya ia tidak mencantumkan spesies apa pun untuk genus baru tersebut.[1] Pada tahun 1857, pedagang sejarah alam asal Prancis Émile Parzudaki menempatkan satu spesies, Hirundo rupestrisScopoli, 1769 (layang tebing Eurasia), ke dalam genus ini, sehingga spesies tersebut kini menjadi spesies tipe.[2][3] Nama genus ini berasal dari bahasa Yunaniptuon (πτύον) yang berarti 'kipas', mengacu pada bentuk ekor saat terbuka, dan Procne (Πρόκνη), seorang gadis dalam mitologi yang berubah menjadi burung layang.[4] Genus Ptyonoprogne merupakan genus saudara dari Hirundo.[5]
Genus ini kini mencakup lima spesies.[6] Mereka termasuk dalam famili burung layang (Hirundinidae) dan ditempatkan dalam subfamili Hirundininae, yang mencakup semua burung layang dan martin kecuali kelompok martin sungai yang sangat khas. Studi urutan DNA menunjukkan bahwa terdapat tiga kelompok utama dalam subfamili Hirundininae, yang umumnya berkaitan dengan jenis sarang yang dibuat.[7] Ketiga kelompok tersebut adalah “martin inti” yang menggali liang seperti burung layang pasir, “pengadopsi sarang” seperti burung layang pohon yang memanfaatkan rongga alami, dan “pembangun sarang lumpur”. Spesies Ptyonoprogne termasuk kelompok terakhir karena membuat sarang dari lumpur, dan menyerupai spesies Hirundo dalam hal membangun sarang terbuka berbentuk cawan, sedangkan martin Delichon membuat sarang tertutup berbentuk cawan, dan burung layang Cecropis serta Petrochelidon membuat sarang tertutup berbentuk labu dengan terowongan masuk.[8]
Genus Ptyonoprogne memiliki kekerabatan dekat dengan genus Hirundo yang lebih besar, dan sering digabungkan ke dalamnya. Namun, analisis DNA menunjukkan bahwa genus Hirundo yang diperluas secara menyeluruh seharusnya mencakup semua genus pembuat sarang lumpur. Meskipun sarang burung layang tebing Ptyonoprogne menyerupai sarang spesies Hirundo seperti burung layang rumah, penelitian DNA menunjukkan bahwa jika martin Delichon dianggap sebagai genus tersendiri (sebagaimana biasanya), maka Cecropis, Petrochelidon, dan Ptyonoprogne juga seharusnya dipisahkan.[7]
Subspesies kecil dan pucat dari burung layang tebing yang ditemukan di pegunungan Afrika Utara dan Semenanjung Arab kini umumnya dipisahkan sebagai layang tebing pucat (Ptyonoprogne obsoleta).[9][10] Burung lainnya kini dikenal sebagai layang tebing Eurasia.
Referensi
↑Reichenbach, Ludwig (1850). Avium Systema Naturale (dalam bahasa German). Dresden and Leipzig: Expedition Vollständigsten Naturgeschichte. Plate LXXXVII. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Gill, Frank; Donsker, David; Rasmussen, Pamela, ed. (February 2025). "Swallows". IOC World Bird List Version 15.1. International Ornithologists' Union. Diakses tanggal 14 April 2025.