famili burung ini umumnya bertubuh kecil, memiliki paruh kecil dan pipih, dengan tungkai yang ramping. Beberapa spesies diantaranya memiliki kemiripan antara pejantan dan betina, kebanyakan berbulu kusam. Namun sebagian besar spesies lainnya tidak demikian, pejantan memiliki variasi warna yang lebih banyak dibandingkan dengan betina yang umumnya kusam atau kecokelatan.[1]
Habitat dan perilaku
Famili Muscicapidae sering dijumpai pada pepohonan yang tinggi, area pergerakan dari dahan tertinggi pohon hingga ke semak belukar. Spesies yang berbiak di daerah tropis adalah spesies penetap, sementara spesies yang berbiak di daerah subtropis bermigrasi ke daerah tropis pada musim dingin.[1]
famili burung ini umumnya hidup soliter atau berpasangan, walaupun beberapa diantaranya mencari makan dengan bergabung bersama kelompok spesies lainnya. Mencari makan dengan berburu serangga, terkadang juga memakan buah-buahan kecil. Kebanyakan memiliki kicauan yang merdu dan tidak bising, sering kali hanya berkicau pada saat berbiak. Sarang berbentuk mangkuk terletak di pohon atau semak. Dibangun oleh betina dengan bahan lumut, ranting, serasah, dan akar. Telur polos atau berbintik, berwarna keputihan hingga kecokelatan, berkisar 1 sampai 6, tetapi kebanyakan 2 atau 3 butir.[1]
123Brian J. Coates and K. David Bishop (1997). A Guide to the Birds of Wallacea: Sulawesi, the Moluccas and Lesser Sunda Islands, Indonesia. Alderley, Queensland: Dove Publications. hlm.440. ISBN0 9590257 3 1.
↑The ornithologist Dario Zuccon pointed out that when George Sangster and colleagues erected the name "Niltavinae" for the subfamily, they did not provide a description as required by the International Code of Zoological Nomenclature. Sangster and colleagues subsequently published a description in 2016.[6][7]
↑Dario Zuccon has argued that the correct name for the African forest robins assemblage is Cossyphinae (type genus CossyphaVigors, 1825) as the name predates Erithacinae (G.R. Gray, 1846).[7][9]