Sejarah
Berdasarkan pemberitaan surat kabar Pemandangan pada bulan Agustus dan November 1934, dinamika awal pembentukan perkumpulan sepak bola di Pekalongan tercatat dengan jelas. Langkah awal dimulai dari sebuah pertemuan pada hari Minggu sebelum 15 Agustus 1934 yang dihadiri oleh perwakilan berbagai bond (klub) dari Pekalongan, Batang, Kedungwuni, hingga Pemalang. Pertemuan tersebut sepakat mendirikan wadah sepak bola bernama Persip (Persatoean Sepakraga Indonesia Pekalongan) dengan dukungan sekitar 13 klub anggota.
Selanjutnya, dalam laporan edisi 12 November 1934 yang memuat artikel "Persips akan masoek dalam kalangan P.S.S.I.?", tercatat bahwa Persips resmi didirikan pada 5 Agustus 1934. Pendirian ini dipelopori oleh delapan klub, yaitu S.V. Pemoeda Indonesia, S.V. Kantoor Voetbal Bond, S.V. Roekoen Agawe Oetama, dan S.V. Hidoep Roekoen dari Pekalongan; S.V. Onderwijzers Voetbalbond dan S.V. S.I.A.P dari Simbang; S.V. Hizboel Wathon dari Pekadjangan; serta S.V. Sedyo Toemoeli Enggala Roekoen dari Pemalang. Untuk menjalankan roda organisasi, susunan pengurus pertama diduduki oleh R. Mohammad Ali sebagai Ketua, Soenarjo sebagai Penulis, Abduladjis sebagai Bendahara, serta perwakilan dari seluruh klub anggota yang bertindak sebagai Komisaris.[4]
Salah satu talenta berbakat Pekalongan yang mampu menembus daftar pemain Timnas Indonesia adalah Muhammad Ridho. Selain itu, beberapa pemain nasional pun juga pernah bermain untuk Persip Pekalongan, antara lain: Pato Jimenez, Zulvin Zamrun, Elie Aiboy, Awan Setho, Bayu Pradana, Irkham Zahrul, Wahyu "Butho", Ibrahim Sanjaya, dan Arif Yanggi.
Persip Pekalongan memiliki julukan Laskar Kalong.
Kelompok yang mendukung Persip Pekalongan adalah Kalong Mania, Suporter Nekat Pekalongan Raya (SNEPER), Brigata Batik City, dan Batbois.