Kejuaraan Antar Kota Hindia Belanda (bahasa Belanda:Voetbalkampioenschap van Nederlands-Indiëcode: nl is deprecated ) adalah kompetisi sepak bola amatir nasional di Indonesia yang diadakan antara tahun 1914 dan 1930 sebelum pembentukan Perserikatan, yang diselenggarakan oleh PSSI, federasi sepak bola Indonesia. Turnamen awalnya hanya menampilkan empat kota utama (Batavia (Jakarta), Soerabaja, Semarang, Bandoeng) tetapi pada tahun 1930 memasukkan banyak kota dari seluruh pulau. Persaingan diprakarsai dan diselenggarakan oleh Nederlandsch-Indische Voetbal Bond (NIVB) atau penggantinya, Nederlandsch-Indische Voetbal Unie (NIVU) sebelum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terbentuk. Kejuaraan ini kemudian di lanjutkan dengan Perserikatan yang dilaksanaan oleh PSSI.
Sejarah
Dimulai pada tahun 1914 ada kompetisi antar kota di pulau jawa yang di selenggarakan tiap tahunya oleh NIVB (Nederlandsch-Indische Voetbalbond).
Dimulai pada tahun 1914 diadakan kejuaraan kota untuk kota-kota utama di Jawa. Tujuh edisi pertama dimainkan untuk De Vries beker, yang akan dipertahankan langsung oleh kota pertama yang memenangkan turnamen sebanyak lima kali atau tiga kali berturut-turut, dengan Batavia memenuhi kedua syarat tersebut secara bersamaan ketika mereka menang di wilayah musuh pada tahun 1920. Turnamen awalnya hanya menampilkan empat kota utama (Batavia, Soerabaja, Semarang, Bandoeng) tetapi pada tahun 1930 memasukkan banyak kota dari seluruh pulau.
Selain itu, ada beberapa liga lokal, berikut daftar liga di Jawa yang dikuasai NIVB (Nederlandsch-Indische Voetbalbond): Batavia (14 klub), Bandoeng (9 klub), Soerabaja (12 klub), Semarang (15 klub), Malang (8 klub), Soekaboemi (7 klub), Djokjakarta (10 klub); selain itu, 3 asosiasi di pulau lain berlangganan NIVB (berganti nama menjadi NIVU pada tahun 1936): Sumatera Timur (berpusat di Medan), Makassar dan Bandjermasin. Selain itu, Hwa Nan FA (berbasis di Semarang), mungkin merupakan asosiasi etnis Tionghoa, yang telah berlangganan.
Daftar juara
Berikut daftar juara Kejuaraan Antar Kota Hindia Belanda sejak 1914 sampai 1950.[1]
Sebenarnya bond-bond tersebut masih banyak membawahi klub yang masih eksis hingga saat ini. Setelah Indonesia merdeka dan bernegara, banyak bond yang likuidasi dan merger dengan klub pribumi Indonesia.