Berdasarkan catatan sejarah, Persipur Purwodadi mulai berdiri pada pertengahan tahun 1969. Klub ini diprakarsai oleh Suhartoyo, seorang guru olahraga, bersama beberapa tokoh olahraga setempat lainnya. Persipur dibentuk sebagai wadah resmi klub-klub sepak bola di Purwodadi agar berada di bawah naungan PSSI.
Pada tahun 1970, Persipur mulai mengikuti kompetisi resmi PSSI, baik di level junior maupun senior. Setelah sempat mengalami masa vakum pada akhir 1970-an, Persipur kembali aktif dan mencatat prestasi pada era 1980-an, termasuk keberhasilan tim junior menembus delapan besar nasional.
Memasuki era 2000-an, Persipur kembali tampil di kompetisi nasional dan sempat berlaga di Divisi I. Hingga kini, Persipur tetap menjadi salah satu representasi sepak bola Kabupaten Grobogan di kompetisi nasional dan regional.
Lambang Persipur Purwodadi merupakan simbol identitas klub yang mencerminkan karakter serta nilai-nilai lokal Kabupaten Grobogan. Warna merah yang mendominasi lambang melambangkan semangat juang dan keberanian, sejalan dengan julukan klub Laskar Petir Merah. Elemen visual dalam lambang Persipur merepresentasikan filosofi klub sebagai wakil sepak bola daerah Purwodadi. Sepanjang perjalanannya, lambang Persipur mengalami penyesuaian grafis tanpa menghilangkan makna dasar dan identitas historis klub.
Kostum
Sejak berdiri pada tahun 1969, Persipur Purwodadi identik dengan kostum berwarna merah sebagai seragam kandang utama, sementara seragam tandang umumnya menggunakan warna putih. Desain kostum klub mengikuti kebijakan manajemen dan pemasok apparel resmi pada setiap musim kompetisi.
Pada musim kompetisi 2025–2026, Persipur Purwodadi meluncurkan seragam kandang dan tandang bersamaan dengan pengenalan skuad, sponsor, dan mitra klub sebagai bagian dari persiapan menghadapi Liga 4 Zona Jawa Tengah.[4]
Seragam kandang 2025-2026
Seragam tandang 2025-2026
Julukan
Laskar Petir / Thunder Warriors
julukan Laskar petir diberikan oleh Persipur karena konon pada zaman dahulu ada pemuda asli Grobogan yang bernama Ki Ageng Selo, pemuda tersebut konon mampu menangkap petir.
Feniks Mrapen / The Mrapen Phoenix
julukan Feniks Mrapen alias Burung Api Mrapen dberikan oleh Persipur karena Mrapen merupakan api abadi yang ada di Kabupaten Grobogan, dan menurut mitologi api abadi itu di lambangkan dengan wujud seekor burung api atau dikenal dengan nama Feniks.
Maskot
Persipur Purwodadi memiliki sebuah maskot yang berupa seekor Katak Jawa yang berwarna hijau dan bernama "Si Dodi" yang artinya Si KodokPurwodadi.[5]
Jasa pertamanan, desain lanskap, dan pemeliharaan taman
Grande Sportwear
Pakaian olahraga (sportswear)
Toko Emas Kresna
Toko Emas
Stadion
Persipur Purwodadi bermarkas di Stadion Krida Bhakti, sebuah stadion sepak bola yang terletak di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Stadion ini memiliki kapasitas sekitar 10.000 penonton dan berada dalam kawasan Kompleks GOR Simpang Lima Purwodadi.[8]
Persipur Purwodadi didukung oleh sejumlah kelompok suporter yang aktif memberikan dukungan pada pertandingan kandang maupun tandang. Beberapa kelompok suporter yang dikenal antara lain Spink Mania, Garis Keras 1969, 69 Firm, dan Thunder Youth. Kehadiran kelompok-kelompok suporter tersebut berkontribusi dalam menciptakan atmosfer pertandingan serta menjadi bagian dari identitas pendukung Persipur Purwodadi di Kabupaten Grobogan.[10]