Persibas Banyumas sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 1950 dengan nama ISB (Ikatan Sepakbola Banyumas) Tahun 1986 akhirnya berganti nama jadi Persibas Banyumas.
Prestasi
Persibas Banyumas pernah berkompetisi di kasta tertinggi persepakbolaan Indonesia, Yakni Pada Divisi Utama/Liga 2 pada tahun 2017 dan Prestasi yang pernah diraih adalah Juara 1 Bupati Cup pada tahun 1989.
Suporter
Persibas memiliki basis pendukung yang luar biasa, Laskar Bombastik (Bocah Mbanyumas Supporter Fanatik), Knight Rebel Ultras Persibas, Satria Squad Curva Sud (SSCS), & Banyumasans. Semua basis pendukung ini yang selalu setia mendukung Persibas. Laskar Bombastik berkultur mania , Knight Rebel Ultras Persibas (tribun utara) & Satria Squad Curva Sud (tribun selatan) berkultur ULTRAS, Sementara Banyumasans mereka menggunakan culture HOOLIGAN/Casual ala supporter liga inggris .
Tambahan: Knight Rebel Ultras Persibas sejarahnya berdiri pada tahun 2014 dengan kultur atau ideologi Ultras yang terkenal berkiblat pada Italia, pengertian Ultras sendiri ialah "Diluar dari kebiasaan" itu bisa diartikan secara luas, dari segi cara mendukung tim secara langsung atau tidak langsung, terkenal dengan atraksinya dengan koreo kertas, 2D, 3D ataupun ciri khas lainnya adalah bermain flare.
Persibas bermain di Stadion Satria Purwokerto berkapasitas 20,000 kursi.
GOR Satria Purwokerto, yang selalu dipenuhi oleh para masyarakat Banyumas baik itu suporter Persibas Banyumas yang biasa di sebut Bombastik yang selalu haus dengan pretasi dari team Tercinta Persibas Banyumas
Nama Maskot Persibas Banyumas adalah Aul, Maskot tersebut berbentuk binatang Serigala Gunung Slamet. Warga memercayai bahwa Aul hidup di sekitar lereng Gunung Slamet dan ia suka memakan kambing.