Pada tanggal 18 Mei 2025, Paus Leo XIV merayakan Misa pelantikan kepausannya, yang secara resmi dikenal sebagai Misa untuk Mengawali Pelayanan Penerus Santo Petrus dari Uskup Roma.[1] Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 200.000 orang, termasuk puluhan pemimpin dunia dan 150 delegasi resmi.[2] Sementara Paus Leo XIV menjadi Paus Gereja Katolik Roma pada saat penerimaannya di Kapel Sistina setelah terpilih dalam konklaf kepausan 2025, perayaan pelantikan menandai dimulainya secara resmi pelayanannya sebagai Uskup Roma.[1] Misa tersebut meliputi pemberian pallium dan Cincin Nelayan, dan diikuti oleh pertemuan dengan berbagai delegasi dan pemimpin dunia.
Upacara
Paus Leo XIV di popemobile sebelum upacara pelantikannya dimulai
Sebelum upacara dimluai, Paus Leo XIV mengunjungi Lapangan Santo Petrus dengan mengendarai Mobil Paus/popemobile untuk pertama kalinya, yang disambut dengan para hadirin meneriakkan Viva il Papacode: it is deprecated !,[1] "USA, USA!"[3] dengan sedikitnya satu orang meneriakkan "White Sox!"[4]. Liturgi secara resmi dimulai pada pukul 10 pagi di Makam Santo Petrus di bawah Kanopi Santo Petrus altar tinggi Basilika Santo Petrus. Dikelilingi oleh Patriark dari Gereja Katolik Timur, Paus Leo XIV membakar dupa di makam sementara paduan suara menyanyikan Tu es Petruscode: la is deprecated . Saat naik dari gua, Leo bergabung dalam prosesi ke alun-alun bersama dua diakon yang memegang Cincin Nelayan dan pallium kepausan, serta para kardinal dan uskup. Nyanyian tradisional Laudes Regiae dinyanyikan selama prosesi. Paus Leo XIV kemudian memimpin ritus asperges, yang merupakan tradisi pada hari Minggu di Masa Paskah.[1]
Kardinal Mario Zenari, yang mewakili Kardinal-Diakon, mengenakan pallium di pundak Paus Leo XIV. Kardinal Fridolin Ambongo Besungu, yang mewakili para Kardinal-Imam, menyampaikan doa berkat kepada Paus Leo XIV. Kardinal Luis Antonio Tagle, mewakili para Kardinal-Uskup, kemudian menganugerahkan Cincin Nelayan kepada Paus Leo XIV.[1] Paus Leo XIV tampak sangat tersentuh oleh momen tersebut.[1][4] Setelah penganugerahan lambang kepausan, dua belas delegasi yang mewakili Gereja Katolik dari seluruh dunia, termasuk para klerus, biarawati berkaul, pasangan suami istri, dan orang dewasa muda, diterima oleh Paus Leo XIV. Homili yang disampaikan oleh Paus Leo XIV pun menyusul kemudian.[1]
Doa umat disampaikan dalam berbagai bahasa, yaitu bahasa Arab, Mandarin, Prancis, Polandia, dan Portugis. Tu es pastor oviumcode: la is deprecated diubah selama persembahan. Leo berdoa Kanon Romawi.[1]
Sebelum Misa berakhir, Leo menyampaikan beberapa sambutan singkat, khususnya doa untuk konflik di Gaza, Myanmar, dan Ukraina. Regina Caeli dinyanyikan, diikuti dengan berkat penutup.[1]
Sekitar 30 kepala negara, 200 kardinal, dan 750 uskup dan pastor hadir.[5] Sepanjang upacara, Paus Leo XIV menggunakan Ferula Kepausan yang biasa digunakan Paus Yohanes Paulus II[6]
Homili
Paus Leo XIV memulai homilinya dengan mengucapkan terima kasih kepada mereka yang hadir, dan mengingat emosi dari minggu-minggu sebelumnya setelah meninggalnya Paus Fransiskus dan konklaf berikutnya. Dengan "takut dan gentar", Paus Leo XIV berkata, ia akan merangkul Gereja sebagai saudara dan pelayan, mengingat dua aspek pelayanan yang dipercayakan kepada Paus Santo Petrus: kasih dan persatuan.[7] Leo menyatakan keinginannya untuk persatuan dan persekutuan di dalam Gereja dan di dunia.[4] Ia mengutuk eksploitasi sumber daya Bumi dan marginalisasi kaum miskin.[7] Ia merujuk pada motto kepausan, "dalam satu Kristus, kita adalah satu", dan berseru "Pandanglah Kristus! Datanglah lebih dekat kepada-Nya!"[1][7]
Kegiatan selanjutnya
Para Uskup dan klerus Katolik lainnya selama Misa Pelantikan Paus Leo XIV