Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa en:wiki. (Mei 2025)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
Perisai ini dibagi menjadi dua bagian, yang menggambarkan dua lambang:[1][2]
Bagian atas memiliki latar belakang biru dengan sebuah fleur-de-lis putih, melambangkan Perawan Maria.
Bagian bawah memiliki latar belakang terang dan menggambarkan sebuah hati merah yang tertusuk oleh sebuah panah, terletak di atas sebuah buku tertutup. Imaji ini terinspirasi oleh Santo Agustinus, yang menggambarkan bagaimana Sabda Allah menembus hatinya, simbol dari pertobatannya.
Ornamen Eksternal
Lambang kepausan ini juga mencakup simbol-simbol tradisional kepausan:[1]
Secara tradisional, lambang seorang Paus dihiasi secara eksternal hanya dengan tiara kepausan bertingkat tiga dengan lappet dan kunci Santo Petrus yang bersilangan dengan tali. Tiara melambangkan peran otoritas Paus, sementara kunci melambangkan kuasa untuk melepaskan dan mengikat di Surga seperti di bumi.[3] Lambang Paus Leo XIV mempertahankan simbol kunci, tetapi mengganti tiara (seperti yang juga dilakukan oleh para pendahulunya Fransiskus dan Benediktus XVI) dengan sebuah mitra bertiga garis.
Moto dalam bahasa Latin adalah In illo Uno unumcode: la is deprecated , yang berarti "Dalam Yang Esa, kita adalah satu". Moto ini diambil dari tulisan Santo Agustinus dan mengungkapkan gagasan bahwa umat Kristiani dipersatukan dalam Yesus Kristus.[1][2][4]
Makna
Lambang ini mencerminkan keinginan Paus Leo XIV untuk mempromosikan kasih kepada Yesus, penghormatan kepada Maria, dan persatuan dalam Gereja. Lambang ini mewujudkan iman serta warisan spiritualnya sebagai seorang Agustinian.[1][2]