Gambar di kaca jendela Gereja St. Brendan di Bantry, mengutip Mazmur 66:2: mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, (bagian kiri) dan muliakanlah Dia dengan puji-pujian! (bagian kanan).
Mazmur ini dapat dibagi atas tiga bagian dengan judul-judul berikut: seluruh bumi (66:1-8), komunitas (66:9-12), pribadi (66:13-20).[3] Pembagian lain disarankan oleh Kathleen Farmer, menjadi dua bagian: komunitas (66:1-12) dan individu (66:13-20).[4] Penggubah Mazmur ini mengajak seluruh bumi melihat betapa dahsyatnya perbuatan Yahweh terhadap manusia dahulu. Poin penting kedua adalah ungkapan syukur atas pertolongan terhadap individu
.[4] Inti mazmur ini ialah mengumumkan persembahan korban-korban bakaran dari subjek mazmur ini dalam ungkapan syukur atas perlindungan dan berkat Tuhan.[3]
Ayat 10
Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak. (TB)[5]
"Memurnikan perak": Mengibaratkan pengalaman dengan pemurnian logam, seperti halnya pemurnian perak, merupakan metafora yang akurat. Pada waktu logam dipanaskan sampai titik leburnya hingga menjadi bentuk cair, maka mineral dan bahan non-logam lainnya, jika tidak teroksidasi sebelumnya, akan hangus terbakar.[6]
Perlambangan
"Seluruh bumi" sebuah ungkapan tentang panggilan bagi segala bangsa untuk menyembah Tuhan.[3]
123Pismo Święte Starego i Nowego Testamentu najnowszy przekład z języków oryginalnych z komentarzem, hlm. 1212.
12K. Farmer, Księga Psalmów, druga (Ps 42-72) i trzecia (Ps 73-89), [w:] Międzynarodowy komentarz do Pisma Świętego, red. W.R. Farmer, Warszawa 2001, hlm. 724.