Terjemahan Indonesia: Dari Daud. (Aku) akan bersyukur kepada-Mu TUHAN dengan segenap hatiku, di hadapan TUHAN Allah (aku) akan bermazmur bagi-Mu.
Ada sedikit perbedaan antara naskah Masoretik dengan naskah mazmur ini yang ditemukan di antara Naskah Laut Mati (ditulis sekitar abad-2 SM). Pada ayat 1, pada naskah Laut Mati terdapat dua kali nama YHWH (TUHAN), yang tidak terdapat dalam naskah Masoretik (di mana naskah tertuanya berasal pada abad ke-10 M, jadi 12 abad lebih baru). Selain itu, pada naskah yang lebih kuno dari Laut Mati ada kelebihan 5 huruf:
satu kali "yod", yaitu bunyi "i" pada kata dawid, nama "Daud" dalam bahasa Ibrani.
dua kali "he" di belakang huruf akhir "k(a)". Akhiran "-kah" dan "-ka" sama-sama berarti "-mu", yaitu akhiran kata kepunyaan untuk orang kedua tunggal.
dua kali "waw", yaitu bunyi "o" pada kata "kol" (="semua" atau "segenap") dan "elohim" ("para allah" atau "Allah") dan
Adanya huruf-huruf lebih itu diyakini berfungsi sebagai huruf hidup (vokal) atau pembantu pengucapan, mengingat kata-kata Ibrani umumnya ditulis tanpa vokal. Semua tambahan tidak memberi perubahan signifikan pada makna keseluruhan ayat ini.[5]
Kata yang diterjemahkan sebagai "para allah" dalam AlkitabTerjemahan Baru pada naskah Masoretik adalah "elohim" yang dapat berarti "banyak ilah atau banyak allah" tetapi dapat juga merujuk kepada "Allah", sang Pencipta, sebagaimana yang dipakai dalam Kejadian 1:1. Pada versi Naskah Laut Mati dengan adanya nama YHWH di depannya, tampaknya dimaksudkan untuk menyebut "Tuhan Allah".[5]
Menggambarkan bahwa mereka yang dekat dengan Allah hidup dalam alam nyata, sedangkan mereka yang percaya kekuatan manusia hidup dalam alam khayalan.[6]
Referensi
↑(Indonesia) Marie Claire Barth, B.A. Pareira, Tafsir Alkitab: Kitab Mazmur 73-150. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1998.
↑(Indonesia) WS Lasor, Pengantar Perjanjian Lama 2, sastra dan nubuatan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994.