TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi merendahkan orang-orang fasik sampai ke bumi.[4]
"Orang yang tertindas" diterjemahkan dari bahasa Ibrani anawah yang dapat diterjemahkan sebagai "rendah hati". Istilah "rendah hati" sering kali mencakup gagasan penderitaan dan mengacu kepada orang yang tertindas. Karena orang semacam itu tidak dapat mengatasi semua persoalan dan tanggung jawab hidup ini dengan kekuatan sendiri, dengan rendah hati mereka berseru kepada Allah memohon pertolongan dan kekuatan-Nya.
1) Allah mengangkat orang yang rendah hati dan membantu mereka. Pemazmur meyakinkan mereka akan pertolongan Allah dan kemenangan akhir (bandingkan Mazmur 22:27; 25:9; 37:11).
3) Karena Allah berkenan kepada orang yang rendah hati, semua orang percaya harus berdoa sungguh-sungguh agar memperoleh roh yang rendah hati supaya dapat menyenangkan Allah (Galatia 5:23; Efesus 4:2; Kolose 3:12; Titus 3:2).[5]
Dalam Alkitab bahasa Yunani versi Septuaginta, mazmur ini dibagi menjadi 2, ayat 1-11 dijadikan "Mazmur 146", sedangkan ayat 12-29 dijadikan "Mazmur 147".
Referensi
↑(Indonesia) Marie Claire Barth, B.A. Pareira, Tafsir Alkitab: Kitab Mazmur 73-150. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1998.
↑(Indonesia) W.S. LaSor, D.A. Hubbard, F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 2, Sastra dan Nubuat. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994. ISBN 9789794150431