Ayat tersebut mengakhiri kisah pembaptisan. Suara tersebut umumnya dianggap sebagai suara Allah Bapa. Ini adalah salah satu dari hanya dua kali dalam Injil Matius di mana Allah campur tangan langsung, yang lainnya adalah Matius 17:5. Ini mirip dengan sebagian besar isi Perjanjian Lama di mana Allah giat turun tangan langsung.[1] Hill menyatakan bahwa kata Kukasihi dapat ditafsirkan sebagai satu-satunya.[2] Seluruh pesan sering kali dipandang sebagai rujukan kepada Mazmur 2:7. Terdapat juga kemungkinan kaitan dengan Yesaya 42:1, yang juga menyebutkan orang yang dikasihi Allah. Matius memakai ayat tersebut dalam ayat 12:8, dan ayat tersebut diterjemahkan dengan cara yang sama dengan ayat ini. Terdapat juga kemungkinan hubungan dengan Kejadian 22:2 dan Keluaran 4:22.[3]
Referensi
↑Keener, Craig S. A commentary on the Gospel of Matthew. Wm. B. Eerdmans Publishing, 1999. pg. 134
↑Hill, David. The Gospel of Matthew. Grand Rapids: Eerdmans, 1981
↑Nolland, John. The Gospel of Matthew: a commentary on the Greek text. Wm. B. Eerdmans Publishing, 2005 pg. 157