Marlis Rahman (9 Juni 1942–28 Juli 2018) adalah seorang biolog, ekolog,[1] akademisi, dan politikus Indonesia yang menjabat Gubernur Sumatera Barat menggantikan Gamawan Fauzi untuk sisa masa jabatan 2009–2010,[2]Wakil Gubernur Sumatera Barat yang pertama dipilih oleh rakyat dalam pemilihan langsung untuk periode 2005–2009,[3] dan Rektor Universitas Andalas sejak 1997 hingga 2005. Meraih gelar Master dan Doktor dari Ohio University, Amerika Serikat, ia memulai karier akademik dari bawah di tingkat jurusan hingga menduduki beberapa pos penting di tingkat universitas dan berhasil menjadi rektor dua periode di akhir masa Orde Baru hingga masa Reformasi Indonesia.
Semasa berkuliah, Marlis aktif berorganisasi. Marlis tercatat memulai karier organisasi sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FIPIA Unand sejak 1963 hingga 1965. Ia lalu menjadi Wakil Ketua Senat Mahasiswa FIPIA Unand merangkap Ketua Bidang Pendidikan Dewan Mahasiswa Unand pada 1964 hingga 1965. Selanjutnya ia diangkat menjadi Presiden Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) Unand pada 1966 hingga 1967.[9]
Karier akademik
Marlis Rahman memulai jenjang karier sebagai Sekretaris FIPIA Unand lalu menjadi pengganti Sekretaris Jurusan Biologi Unand periode 1975–1977.[11] Ia diangkat menjadi Direktur SMA Semen Padang sejak 1977 hingga 1979.[12][13] Ia lalu diangkat menjadi Dekan FMIPA Universitas Andalas tiga periode yaitu 1978–1981, 1981–1983, dan 1990–1994.[14] Ia kemudian diangkat menjadi Ketua Pusat Studi Lingkungan Hidup Unand. Ia sempat tergabung menjadi Counterpart Expert in Forest Ecology for Sumatra Nature, proyek oleh JSPS dan Universitas Kyoto, Jepang.[9][15][16]
Marlis Rahman terpilih sebagai Anggota Senat Unand. Ia lalu menjadi Kepala Laboratorium Ekologi Jurusan Biologi Unand. Ia diangkat menjadi Guru Besar Ekologi dan Konservasi Sumber Daya Alam FMIPA Unand.[17] Ia terpilih menjabat Ketua Koordinator Bidang MIPA Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Se-Wilayah Indonesia Barat. Ia lalu menjabat Pembantu Rektor I Unand mendampingi Rektor Prof. Fachri Ahmad. Selanjutnya ia menjabat Rektor Universitas Andalas dua periode sejak 1997 hingga 2005.[9][18]
Marlis Rahman diangkat menjadi Ketua Organisasi Satuan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Orsat ICMI) Nurul 'Ilmi Unand sejak 1995 hingga 1997 dan Koordinator Wilayah ICMI Sumbar dua periode sejak 1995 hingga 2011. Di akhir masa jabatan sebagai rektor, ia terpilih menjadi Ketua Forum Rektor Indonesia sejak 2004 hingga 2005.[9]
Pada tanggal 23 Oktober 2009, Gamawan Fauzi mengundurkan diri sebagai gubernur karena pengangkatannya sebagai menteri dalam negeri, dan Marlis Rahman menjadi penjabat gubernur provinsi tersebut.[23] Ia resmi dilantik sebagai gubernur oleh Gamawan Fauzi pada tanggal 7 Desember 2009, upacara berlangsung di garasi parkir gedung dewan provinsi karena ruang utamanya masih rusak akibat gempa bumi bulan September.[24]
Ketua Pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumbar
Meninggal dunia
Marlis Rahman meninggal dunia di kediamannya Jalan Fisika III Blok B II Komplek Unand Ulu Gadut Padang, Sabtu, 28 Juli 2018 pukul 08.00 WIB.[27][28] Meskipun ia diberikan pemakaman kenegaraan dan jenazahnya akan dibawa ke kantor gubernur, hal ini dibatalkan karena permintaan keluarganya. Ia dimakamkan di pemakaman terdekat di Padang.[29] Ia meninggal dalam usia 76 tahun dan meninggalkan seorang istri bernama Mairawita (Wiwik), dan seorang anak bernama Salsa Fauzania.[27]
Rujukan
↑"Berebut Hutan Siberut". Kepustakaan Populer Gramedia. 9 Jul 2013. Diakses tanggal 5 Okt 2024– via Google Books.