ENSIKLOPEDIA
Kronik Anglo-Sakson

Kronik Anglo-Sakson (bahasa Inggris: Anglo-Saxon Chroniclecode: en is deprecated , atau sering disingkat ASC atau the Chronicle saja) adalah istilah yang digunakan oleh para sejarawan untuk menggambarkan sekumpulan catatan tahunan dalam bahasa Inggris Kuno yang mencatat sejarah bangsa Anglo-Sakson.
Versi pertama Kronik ini yang kini telah hilang dibuat pada akhir abad ke-9, kemungkinan di Wessex, selama masa pemerintahan Raja Alfred Agung (871–899). Isinya menggabungkan sumber-sumber lain yang kini telah hilang sejak abad ke-7, dikenal sebagai "Common Stock" dari Kronik ini. Beberapa salinan dibuat dari satu manuskrip asli tersebut dan kemudian didistribusikan ke biara-biara di seluruh Inggris, di mana salinan-salinan tersebut diperbarui secara mandiri oleh masing-masing biara. Manuskrip-manuskrip kolektif inilah yang dikenal sebagai Kronik Anglo-Sakson. Hampir seluruh materi dalam Kronik ini berbentuk catatan tahunan berdasarkan tahun. Catatan paling awal berangka tahun 60 SM, yang mencatat invasi Julius Caesar ke Britania. Dalam satu kasus, Kronik ini bahkan masih terus diperbarui secara aktif hingga tahun 1154.
Sembilan manuskrip Kronik—tidak ada satu pun yang merupakan naskah asli—bertahan secara utuh atau sebagian. Tujuh di antaranya disimpan di British Library, satu di Bodleian Library di Oxford, dan yang tertua di Parker Library di Corpus Christi College, Cambridge. Manuskrip tertua tampaknya mulai ditulis menjelang akhir masa pemerintahan Alfred, sedangkan yang paling baru disalin di Biara Peterborough setelah kebakaran melanda biara tersebut pada tahun 1116. Beberapa kronik abad pertengahan akhir yang bersumber dari manuskrip yang hilang turut memberikan petunjuk tambahan mengenai materi Kronik ini.
Karena sebagian besar informasi dalam Kronik tidak tercatat di tempat lain dan karena kerangka kronologisnya yang relatif jelas untuk memahami berbagai peristiwa, Kronik ini menjadi salah satu sumber sejarah paling berpengaruh untuk Inggris antara masa runtuhnya otoritas Romawi hingga dekade-dekade setelah Penaklukan Normandia. Nicholas Howe menyebut kronik ini beserta Sejarah Gerejawi Bangsa Inggris karya Beda sebagai "dua karya sejarah Anglo-Sakson yang agung".[1] Narasi dalam Kronik ini cenderung sangat bermuatan politis, dengan Common Stock yang terutama ditujukan untuk melegitimasi Wangsa Wessex dan masa pemerintahan Alfred Agung. Perbandingan antarmanuskrip Kronik dan sumber abad pertengahan lainnya menunjukkan bahwa para juru tulis yang menyalin atau menambahkannya kerap menghapus peristiwa tertentu atau menyajikan versi yang sepihak, yang sering kali memberikan wawasan berguna mengenai politik Inggris abad pertengahan awal.
Manuskrip Kronik ini juga merupakan sumber penting bagi sejarah bahasa Inggris. Secara khusus, pada catatan dari tahun 1131 dan seterusnya, bagian akhir teks Peterborough memberikan bukti kunci bagi transisi dari bahasa sastra Inggris Kuno standar menuju Inggris Pertengahan awal, serta memuat beberapa teks Inggris Pertengahan tertua yang pernah diketahui.
Sumber dan penyusunan
Tempat dan tanggal penyusunan
Common Stock (Teks Dasar) dari Kronik ini diperkirakan berasal dari sekitar tahun 893. Penetapan waktu ini didasarkan pada catatannya mengenai kembalinya bangsa Viking dari Benua Eropa pada tahun tersebut, serta fakta bahwa satu versi dari naskah ini sudah sempat digunakan oleh Uskup Asser saat menulis Life of King Alfred pada tahun yang sama.[2] Meskipun demikian, tahun pastinya serta kapan bagian kelanjutan berikutnya mulai ditambahkan masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan.[3][4][5]
Lokasi pasti penyusunan Common Stock ini juga belum diketahui secara pasti, terutama karena naskah induknya (arketipe) telah hilang. Namun, para ahli sepakat bahwa proses pengerjaannya dilakukan di Wessex.[6][4][7] Dokumen ini kemungkinan besar diproduksi oleh lingkaran cendekiawan di sekitar Raja Alfred. Walau sang raja mungkin tidak terlibat langsung secara pribadi—dan Simon Keynes serta Michael Lapidge mengingatkan agar kita tidak terburu-buru menganggapnya sebagai bentuk propaganda dinasti Sakson Barat[8]—tidak ada keraguan bahwa Common Stock ini secara sistematis menyokong legitimasi dinasti dan pemerintahan Alfred. Hal ini juga selaras dengan visi besar sang raja yang sangat antusias terhadap dunia pendidikan dan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa tulis. Naskah ini tampaknya sebagian terinspirasi oleh Royal Frankish Annals, dan penyebarannya yang luas juga mencerminkan kebijakan-kebijakan khas era Alfred.[9][10] Penerbitannya sendiri barangkali dipicu oleh kembalinya serangan bangsa Skandinavia ke Wessex pada masa itu.[7]
Sumber dan keandalan
Common Stock memuat materi yang dihimpun dari berbagai sumber terdahulu, meliputi catatan tahunan mengenai sejarah wilayah Kent, Sakson Selatan, Mercia, serta—yang paling utama—sejarah Sakson Barat.[11] Sejauh mana materi-materi tersebut baru disatukan oleh penyusun Common Stock atau justru sudah digabungkan sejak sebelum akhir abad ke-9 masih belum dapat dipastikan. Hal ini dikarenakan tidak ditemukannya perubahan karakteristik kebahasaan yang mencolok di dalam teks Common Stock yang dapat menjadi petunjuk adanya perbedaan sumber asal.[12]
Ketika Common Stock menyadur informasi dari sumber-sumber lain yang sudah diketahui saat ini, nilai utamanya bagi sejarawan modern adalah sebagai indikator mengenai karya dan tema apa saja yang dianggap penting oleh para penyusunnya kala itu. Sebaliknya, ketika naskah ini menyajikan informasi unik yang tidak ditemukan di tempat lain, bagian itulah yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.
"Catatan tahunan sejarah dunia"
Sejak catatan tahunan pertama yang berangka tahun 60 SM hingga tahun 449, isi Common Stock sebagian besar menyajikan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di luar Britania. Kumpulan materi pada bagian awal ini dikenal luas di kalangan sejarawan sebagai "catatan tahunan sejarah dunia". Informasi tersebut disadur dari beberapa karya klasik, seperti De Viris Illustribus karya Jerome, Liber Pontificalis, terjemahan naskah Ecclesiastical History karya Eusebius oleh Rufinus, serta Chronicon karya Isidorus dari Sevilla.[13][14]
Selain sumber-sumber tersebut, untuk catatan hingga awal abad ke-8, Common Stock juga banyak memanfaatkan ringkasan kronologis yang terdapat pada bagian akhir Ecclesiastical History karya Beda (dan sesekali menyadur langsung dari isi kitab itu sendiri).[15][16] Para sejarawan memandang bahwa rangkaian catatan tahunan ini sengaja dihadirkan oleh penyusunnya untuk membingkai Inggris beserta sejarahnya sebagai bagian tak terpisahkan dari peradaban Romawi dan dunia Kristen.[1][17]
Abad kelima dan keenam

Mulai tahun 449, pembahasan mengenai sejarah di luar Britania sebagian besar menghilang dari narasi. Sebagai gantinya, muncul materi ekstensif mengenai wilayah-wilayah Inggris yang pada abad ke-9 menjadi bagian dari Wessex—informasi yang sering kali hanya dapat ditemukan dalam Kronik ini. Kronik menyajikan narasi yang sekilas tampak koheren mengenai proses pemukiman bangsa Anglo-Sakson di selatan Britania oleh para pelaut yang, melalui serangkaian pertempuran, berhasil mendirikan kerajaan Kent, Sussex, dan Wessex. Materi ini dulunya dianggap oleh banyak sejarawan sebagai bukti yang andal dan menjadi kerangka utama dari narasi baku sejarah awal Inggris. Namun, ketidakakuratan catatan ini mulai terungkap pada dekade 1980-an.[18][19] Sejarawan Ken Dark berargumen bahwa sebuah teks dari abad ke-9 baru bisa dianggap andal untuk menjelaskan abad ke-5 dan ke-6 jika didasarkan pada sumber tertulis yang berasal dari periode tersebut. Karena tidak ada bukti kuat bahwa terdapat teks-teks penting yang ditulis pada masa itu, tidak ada alasan kuat pula untuk memercayai catatan-catatan dalam Kronik Anglo-Sakson mengenai periode ini.[20]
Materi paling awal yang bukan bersumber dari Beda tampaknya didasarkan pada silsilah garis keturunan raja serta daftar uskup. Catatan-catatan ini kemungkinan baru mulai dibukukan sekitar tahun 600, seiring dengan beralihnya keyakinan para raja Inggris ke agama Kristen, dan kepastian pencatatannya baru terjadi pada akhir masa pemerintahan Ine (689–726).[21][22][23] Sumber-sumber semacam ini tercermin dengan baik dalam Daftar Raja Anglian serta Daftar Silsilah Pemerintahan Sakson Barat yang kemungkinan besar diturunkan darinya. Perbandingan mendalam antara sumber-sumber tersebut dengan Common Stock membantu menunjukkan besarnya unsur rekaan dalam cara Common Stock memandang abad ke-5 dan ke-6. Sebagai contoh, kemungkinan akibat penyuntingan pada catatan-catatan perantara, awal masa pemerintahan Cerdic—yang dianggap sebagai pendiri dinasti Sakson Barat—tampaknya telah digeser mundur. Pada versi paling awal dari daftar raja yang berhasil direkonstruksi, ia tercatat mulai memerintah pada tahun 538 M, namun dalam Common Stock waktunya diubah menjadi tahun 500 M.[22]
Pada beberapa bagian, unsur rekaan ini bahkan terlihat jauh lebih mencolok, biasanya melalui mitos asal-usul berbasis etimologi rakyat yang dikaitkan dengan nama tempat (toponimi). Contohnya, antara tahun 514 dan 544, Kronik menyebutkan tokoh bernama Wihtgar, yang konon dimakamkan di Pulau Wight di tempat bernama Wihtgaræsbyrg ("benteng Wihtgar") dan menjadi asal-usul nama pulau tersebut. Padahal, nama Pulau Wight sebenarnya berasal dari bahasa Latin Vectis, bukan dari nama Wihtgar. Nama asli benteng tersebut kemungkinan besar adalah Wihtwarabyrg ("benteng penduduk Wight"). Penyusun Common Stock atau sumber yang lebih kuno tampaknya salah menafsirkan nama ini dan mengira bahwa nama tersebut merujuk pada sosok Wihtgar.[24]
Abad ketujuh dan kedelapan
Selain sumber-sumber yang telah disebutkan di atas, Common Stock diperkirakan juga menyadur catatan tahunan kontemporer yang mulai ditulis di Wessex pada abad ke-7. Catatan-catatan ini kemungkinan besar berawal dari anotasi pada Tabel Paskah—yaitu tabel yang disusun untuk membantu para rohaniwan menentukan tanggal hari raya Kristen. Tabel tersebut kerap dibubuhi catatan pendek mengenai peristiwa penting tertentu untuk membedakan satu tahun dengan tahun lainnya.[25][16] Catatan tahunan untuk tahun 648 ditengarai menjadi titik awal munculnya entri-entri yang ditulis langsung pada zamannya (kontemporer). Sementara itu, catatan tahun 661 merekam pertempuran yang dipimpin oleh Cenwalh yang secara spesifik disebutkan terjadi "pada hari Paskah"—sebuah ketepatan waktu yang mengindikasikan bahwa peristiwa tersebut memang dicatat secara langsung saat terjadi.[26][27][28] Sumber-sumber serupa tetapi terpisah diduga menjadi dasar bagi penetapan waktu dan silsilah raja-raja Northumbria serta Mercia.[29]
Catatan untuk tahun 755, yang mengisahkan bagaimana Cynewulf merebut takhta Wessex dari Sigeberht, memiliki ukuran yang jauh lebih panjang daripada entri-entri di sekitarnya. Uniknya, bagian ini bahkan memuat kutipan kalimat langsung dari para tokoh yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Juru tulis kemungkinan besar menyalin narasi dramatis ini dari materi saga tradisional yang sudah ada pada masa itu.[30][31]
Abad kesembilan
Sejak akhir abad ke-8 dan seterusnya—periode yang dalam teks ini bertepatan dengan dimulainya gelombang serangan bangsa Skandinavia ke Inggris—gaya penulisan dalam Kronik mulai berkembang pesat.[11] Seiring perkembangannya, Kronik mulai menanggalkan formatnya yang semula kaku menyerupai daftar ringkas, lalu bertransformasi menjadi rangkaian catatan tahunan yang lebih panjang dan kaya akan unsur cerita. Banyak entri dari periode yang lebih baru ini memuat narasi sejarah yang sangat mendalam pada setiap catatan tahunnya.[32]
Perkembangan setelah Common Stock
Setelah Kronik yang asli selesai disusun, naskah tersebut disalin dan didistribusikan ke berbagai biara. Salinan tambahan kemudian dibuat, baik untuk disebarluaskan lebih lanjut maupun untuk menggantikan manuskrip yang hilang. Seiring berjalannya waktu, beberapa salinan mulai diperbarui secara independen satu sama lain. Salinan-salinan hasil perkembangan mandiri inilah yang membentuk manuskrip-manuskrip Kronik yang masih bertahan hingga saat ini.
Manuskrip-manuskrip ini diproduksi di berbagai tempat yang berbeda. Terkadang, adaptasi yang dibuat terhadap Common Stock selama proses penyalinan mencerminkan agenda tersendiri dari para juru tulisnya, sehingga memberikan perspektif alternatif yang sangat berharga. Sudut pandang ini memengaruhi cara penulisan interaksi antara Wessex dan kerajaan-kerajaan lain, serta penggambaran tentang aksi penjarahan yang dilakukan oleh bangsa Viking. Sebagai contoh, catatan tahunan Kronik untuk tahun 829 menggambarkan invasi Egbert ke Northumbria dengan komentar bahwa penduduk Northumbria menawarkan "tunduk dan damai" kepadanya.[33] Namun, kronik Northumbria yang dimasukkan ke dalam karya sejarah abad ke-13 oleh Roger dari Wendover menyajikan gambaran yang sangat berbeda: "Ketika Egbert telah menguasai seluruh kerajaan di selatan, ia memimpin pasukan besar ke Northumbria, dan membumihanguskan provinsi tersebut dengan penjarahan yang kejam, serta memaksa Raja Eanred membayar upeti."[34]
Perbedaan serupa juga tampak jelas dalam bagaimana berbagai manuskrip Kronik menggambarkan suatu peristiwa yang sama. Sebagai contoh, Ælfgar, Earl Anglia Timur yang merupakan putra dari Earl Mercia bernama Leofric, sempat diasingkan dalam waktu singkat pada tahun 1055. Manuskrip [C], [D], dan [E] mencatat kejadian tersebut dengan sudut pandang yang berbeda:
- [C]: "Earl Ælfgar, putra Earl Leofric, diasingkan tanpa kesalahan apa pun ..."
- [D]: "Earl Ælfgar, putra Earl Leofric, diasingkan hampir tanpa kesalahan ..."
- [E]: "Earl Ælfgar diasingkan karena ia dituduh sebagai pengkhianat bagi raja dan seluruh rakyat di negeri ini. Dan ia mengakui hal tersebut di hadapan semua orang yang berkumpul di sana, meskipun kata-kata itu terucap di luar kehendaknya."[35][36]
Kampanye militer tahun 1055 yang melibatkan Ælfgar dan Raja Wales Gruffudd ap Llywelyn, sebagaimana direkam dalam manuskrip [C], [D], dan [E], menyajikan contoh nyata tentang bagaimana para juru tulis membentuk narasi agar sejalan dengan agenda politik atau regional mereka. Selain Manuskrip [C] yang menekankan bahwa Ælfgar tidak bersalah, kerja samanya dengan Gruffudd—yang digambarkan sebagai sekutu utama dan diberi gelar raja Wales—juga disebutkan secara ekstensif. Sebaliknya, Manuskrip [E] menghilangkan gelar Gruffudd dan berfokus pada tuduhan pengkhianatan Ælfgar, serta membingkai kedua tokoh tersebut sebagai agresor dalam kampanye militer di Hereford.[37]
Sejarawan Universitas Cardiff, Rebecca Thomas, menyatakan bahwa pembingkaian ideologis ini sejalan dengan perspektif Manuskrip [E] yang secara umum lebih "pro-Godwine" (merujuk pada dinasti keluarga Godwine dari Anglo-Sakson, yang juga merupakan asal dari Raja Harold II). Sementara itu, Manuskrip [D] meminimalkan rincian keterlibatan Gruffudd dalam kampanye tersebut, menyajikan laporan yang lebih lunak dengan menghapus gelar kerajaannya dan mengecilkan perannya hanya sebagai tokoh pendukung.[37]
Para juru tulis juga kerap menghilangkan materi tertentu, terkadang secara tidak sengaja, tetapi tidak jarang pula karena alasan ideologis. Ælfgar telah menjabat sebagai Earl Mercia pada tahun 1058, dan pada tahun itu ia kembali diasingkan. Kali ini, hanya Manuskrip [D] yang mencatat peristiwa tersebut: "Di sini Earl Ælfgar diusir, tetapi ia segera kembali lagi dengan kekerasan melalui bantuan Gruffudd. Dan di sini datang armada kapal penjarah dari Norwegia; sangat membosankan untuk menceritakan bagaimana semua itu terjadi."[38] Dalam kasus ini, sumber-sumber lain sebenarnya ada untuk memperjelas situasi: terdapat upaya invasi besar-besaran dari Norwegia terhadap Inggris, namun Manuskrip [E] sama sekali bungkam, dan Manuskrip [D] hampir tidak menyebutkannya. Terkadang muncul argumen bahwa ketika Kronik bungkam, sumber lain yang melaporkan peristiwa besar pasti keliru. Namun, contoh ini membuktikan bahwa Kronik memang kerap melewatkan peristiwa-peristiwa penting.[36]
Kesalahan penanggalan
Proses penyalinan manual memicu terjadinya kesalahan penanggalan yang tidak disengaja. Kekeliruan semacam ini terkadang terus berakumulasi dalam rantai penyalinan naskah berikutnya. Seluruh bagian Common Stock mengalami pergeseran kronologis selama dua tahun untuk periode 756–845 akibat adanya dua tahun yang terlewat dalam naskah arketipe (induk asli). Dalam Manuskrip [D], juru tulis melewatkan tahun 1044 dari daftar penanggalan di sisi sebelah kiri. Akibatnya, catatan tahunan yang disalin menjadi keliru untuk periode tahun 1045 hingga 1052, yang memiliki dua entri catatan.
Permasalahan yang lebih rumit adalah menentukan tanggal pasti kapan sebuah tahun baru dimulai, mengingat kebiasaan modern yang memulai tahun pada tanggal 1 Januari belum berlaku secara universal pada masa itu. Entri untuk tahun 1091 dalam Manuskrip [E] dimulai sejak hari Natal dan terus berlanjut sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa entri tersebut mengikuti tradisi lama yang memulai pergantian tahun pada hari Natal. Beberapa entri lainnya tampaknya memulai tahun baru pada tanggal 25 Maret. Contohnya dapat dilihat pada tahun 1044 dalam Manuskrip [C] yang diakhiri dengan pernikahan Edward sang Pengaku pada tanggal 23 Januari, sedangkan peristiwa pada tanggal 22 April di tahun yang sama justru dicatat di bawah tahun 1045. Di samping itu, ada pula beberapa catatan tahunan yang tampaknya memulai awal tahun mereka pada bulan September.
Manuskrip yang bertahan

Dari sembilan manuskrip yang bertahan, tujuh di antaranya ditulis sepenuhnya dalam bahasa Inggris Kuno (juga dikenal sebagai bahasa Anglo-Sakson). Salah satu manuskrip, yang dikenal sebagai Bilingual Canterbury Epitome, ditulis dalam bahasa Inggris Kuno lengkap dengan terjemahan bahasa Latin untuk setiap catatan tahunannya. Manuskrip lainnya, yaitu Peterborough Chronicle, menggunakan bahasa Inggris Kuno kecuali pada entri terakhirnya yang ditulis dalam bahasa Inggris Pertengahan awal. Manuskrip tertua (Corp. Chris. MS 173) dikenal sebagai Winchester Chronicle atau Parker Chronicle (dinamai berdasarkan Matthew Parker, seorang Uskup Agung Canterbury yang pernah memilikinya). Manuskrip ini ditulis dalam bahasa Inggris Kuno hingga tahun 1070, kemudian dilanjutkan dalam bahasa Latin hingga tahun 1075. Enam dari manuskrip tersebut dicetak dalam edisi tahun 1861 untuk Rolls Series oleh Benjamin Thorpe, dengan teks yang disusun dalam kolom-kolom berlabel A sampai F. Ia juga menyertakan beberapa sisa teks yang masih terbaca dari manuskrip ketujuh yang terbakar, yang ia sebut sebagai Manuskrip [G]. Manuskrip tersebut hancur sebagian akibat kebakaran di Ashburnham House, London, pada tahun 1731, dan kini hanya menyisakan beberapa lembar saja. Mengikuti konvensi ini, dua manuskrip tambahan lainnya kerap disebut sebagai [H] and [I].
| Siglum | Nama kronik | Perpustakaan | Nomor rak | Sumber |
|---|---|---|---|---|
| A | Winchester (atau Parker) Chronicle | Parker Library, Corpus Christi College | 173 | [39] |
| B | Abingdon Chronicle I | British Library | Cotton Tiberius A. vi, fos 1-35 & iii, fo 178 | [40] |
| C | Abingdon Chronicle II | British Library | Cotton Tiberius B. i | [41] |
| D | Worcester Chronicle | British Library | Cotton Tiberius B. iv | [42] |
| E | Peterborough (atau Laud) Chronicle | Bodleian Library | Laud misc. 636 | [43] |
| F | The Domitian Bilingual | British Library | Cotton Domitian A. viii | [44][45] |
| G atau A2 atau W | Salinan dari Winchester Chronicle | British Library | Cotton Otho B. xi + Otho B. x | [46][47] |
| H | Cottonian Fragment | British Library | Cotton Domitian A. ix | [48] |
| I | An Easter Table Chronicle | British Library | Cotton Caligula A. xv | [49] |
Hubungan antarmanuskrip

Semua manuskrip ini diyakini berasal dari satu naskah asli yang sama, tetapi keterkaitan antarteks tersebut jauh lebih rumit daripada sekadar pewarisan linier melalui proses penyalinan biasa.[50] Diagram di sebelah kanan memberikan gambaran umum mengenai hubungan antarmanuskrip tersebut. Berikut adalah ringkasan dari hubungan-hubungan yang telah diketahui sejauh ini.[51]
- Manuskrip [A2] merupakan salinan dari [A], yang dibuat di Winchester, kemungkinan antara tahun 1001 dan 1013.
- Manuskrip [B] digunakan dalam penyusunan [C] di Abingdon pada pertengahan abad ke-11. Meskipun demikian, juru tulis Manuskrip [C] juga memiliki akses ke versi lain yang kini telah hilang.
- Manuskrip [D] memuat materi dari Ecclesiastical History karya Bede yang ditulis menjelang tahun 731, serta dari kumpulan catatan tahunan Northumbria abad ke-8. Manuskrip ini diduga disalin dari versi utara yang kini telah hilang.
- Manuskrip [E] memuat materi yang tampaknya berasal dari sumber yang sama dengan [D], tetapi tidak menyertakan beberapa bagian tambahan yang hanya muncul di [D], seperti Register Mercia. Manuskrip ini disusun di biara di Peterborough, beberapa saat setelah kebakaran hebat melanda tempat tersebut pada tahun 1116 yang kemungkinan besar menghanguskan salinan Kronik milik mereka. Manuskrip [E] tampaknya dibuat setelah peristiwa tersebut sebagai salinan dari versi Kent, kemungkinan berasal dari Canterbury.
- Manuskrip [F] tampaknya memuat materi dari versi Canterbury yang sama dengan yang digunakan untuk menyusun [E].
- Karya Asser yang berjudul Life of King Alfred, yang ditulis pada tahun 893, mencakup terjemahan entri Kronik dari tahun 849 hingga 887. Di antara manuskrip yang bertahan, hanya Manuskrip [A] yang diperkirakan sudah eksis pada tahun 893. Namun, terdapat beberapa bagian ketika catatan Asser menyimpang dari teks dalam [A], sehingga ada kemungkinan bahwa Asser menggunakan versi lain yang kini telah hilang.[notes 1]
- Æthelweard menulis sebuah terjemahan Kronik ke dalam bahasa Latin pada akhir abad ke-10, yang dikenal sebagai Chronicon Æthelweardi. Versi yang ia gunakan kemungkinan besar berasal dari cabang silsilah hubungan naskah yang sama dengan Manuskrip [A].[29]
- Teks Asser sejalan dengan Manuskrip [A] dan teks Æthelweard di beberapa bagian jika dibandingkan dengan kesaksian gabungan dari [B], [C], [D], dan [E]. Hal ini mengindikasikan adanya leluhur naskah yang sama untuk keempat manuskrip yang disebutkan terakhir.[53]
- Di Bury St Edmunds, berkisar antara tahun 1120 dan 1140, seorang penulis yang tidak diketahui identitasnya menyusun sebuah kronik berbahasa Latin yang dikenal sebagai Annals of St Neots. Karya ini memuat materi dari sebuah salinan Kronik, tetapi sangat sulit untuk memastikan versi mana yang digunakan karena sang penyusun catatan sangat selektif dalam menyaring materi tersebut. Sumbernya mungkin berupa sebuah resensi utara, atau turunan bahasa Latin dari resensi tersebut.
Semua manuskrip yang dijelaskan di atas sama-sama memiliki kesalahan kronologis antara tahun 756 dan 845. Namun, tampak jelas bahwa penyusun Annals of St Neots menggunakan sebuah salinan yang tidak memiliki kesalahan tersebut, yang berarti naskah sumbernya pasti dibuat lebih awal mendahului manuskrip-manuskrip yang ada sekarang. Salinan milik Æthelweard memang mengandung kesalahan kronologis itu, tetapi naskahnya tidak kehilangan satu kalimat utuh dari catatan tahunan 885; sementara itu, seluruh manuskrip yang bertahan saat ini telah kehilangan kalimat tersebut. Oleh karena itu, kesalahan penanggalan dan hilangnya kalimat tersebut pasti terjadi pada tahap penyalinan yang terpisah. Hal ini mengimplikasikan bahwa tidak ada satu pun manuskrip yang bertahan saat ini memiliki kedekatan lebih dari dua tingkat turunan dari versi aslinya.[53]
Sejarah manuskrip
A: Kronik Winchester

Kronik Winchester (atau Parker) adalah manuskrip Kronik tertua yang masih bertahan hingga saat ini. Penyusunannya dimulai di Old Minster, Winchester menjelang akhir masa pemerintahan Alfred. Manuskrip ini dibuka dengan silsilah keluarga Alfred, dan entri kronik pertamanya mencatat peristiwa pada tahun 60 SM.[54] Bagian yang memuat Kronik ini menempati folio 1–32.[55] Berbeda dengan manuskrip lainnya, Manuskrip [A] disusun cukup awal sehingga dapat menunjukkan entri-entri asli dari akhir abad ke-9, yang ditulis langsung oleh juru tulis yang berbeda seiring terjadinya peristiwa-peristiwa tersebut.[56]
Gaya tulisan tangan dari juru tulis pertama diperkirakan berasal dari akhir abad ke-9 atau awal abad ke-10; catatan yang dibuatnya berakhir pada akhir tahun 891, dan entri-entri berikutnya ditulis secara berkala sepanjang abad ke-10 oleh beberapa juru tulis lain. Juru tulis kedelapan menulis catatan tahunan untuk tahun 925–955, dan ia jelas berada di Winchester saat menulisnya karena ia menambahkan beberapa materi yang berkaitan dengan peristiwa lokal di kota tersebut. Ia juga menggunakan istilah ceaster (berarti "kota") khusus untuk merujuk pada Winchester.[56]
Manuskrip ini mulai berkembang secara independen dari resensi lainnya setelah entri untuk tahun 975. Buku ini—yang juga dibundel bersama salinan Hukum Alfred dan Ine setelah entri tahun 924—dipindahkan ke Canterbury pada awal abad ke-11.[57] Perpindahan ini dibuktikan oleh daftar inventaris buku yang kemudian disumbangkan oleh Uskup Agung Parker kepada Corpus Christi.[55]
Selama berada di Canterbury, dilakukan beberapa interpolasi (penyisipan teks baru) yang mengharuskan dilakukannya penghapusan pada bagian tertentu di manuskrip tersebut. Entri-entri tambahan ini tampaknya diambil dari versi manuskrip yang menjadi leluhur dari Manuskrip [E].[56] Entri terakhir yang ditulis dalam bahasa vernakular setempat (bahasa Inggris Kuno) berasal dari tahun 1070. Setelah entri tersebut, terdapat naskah berbahasa Latin Acta Lanfranci yang mencakup peristiwa-peristiwa gereja dari tahun 1070 hingga 1093. Bagian ini kemudian diikuti oleh daftar paus serta para Uskup Agung Canterbury yang menerima palium dari mereka. Manuskrip ini kelak diperoleh oleh Matthew Parker, Uskup Agung Canterbury (1559–1575), dan kini tersimpan dalam koleksi resmi Parker Library, Corpus Christi College.[58]
B: Kronik Abingdon I
Kronik Abingdon I ditulis oleh seorang juru tulis tunggal pada paruh kedua abad ke-10. Bagian Kronik ini menempati folio 1–34.[59] Catatan di dalamnya dimulai dengan entri untuk tahun 60 SM dan berakhir pada entri tahun 977. Sebuah manuskrip yang kini tersimpan secara terpisah (British Library MS. Cotton Tiberius Aiii, f. 178) pada awalnya merupakan bagian pengantar dari kronik ini. Bagian pengantar tersebut memuat silsilah keluarga seperti halnya Manuskrip [A], tetapi lini masanya diperpanjang hingga akhir abad ke-10.
Manuskrip [B] berada di Abingdon pada pertengahan abad ke-11 karena digunakan sebagai bahan utama dalam penyusunan Manuskrip [C]. Tidak lama setelah masa tersebut, naskah ini dipindahkan ke Canterbury, tempat dilakukannya beberapa interpolasi (penyisipan teks baru) dan koreksi. Sama halnya dengan Manuskrip [A], bagian akhir naskah ini ditutup dengan daftar paus serta para Uskup Agung Canterbury yang menerima palium dari mereka.[60]
C: Kronik Abingdon II

Manuskrip [C] memuat materi tambahan dari catatan tahunan lokal di Abingdon, tempat naskah ini disusun.[58] Bagian yang memuat Kronik (folio 115–164) didahului oleh terjemahan bahasa Inggris Kuno karya Raja Alfred mengenai sejarah dunia yang ditulis oleh Paulus Orosius. Bagian ini kemudian diikuti oleh sebuah menologium (kalender puisi liturgi) serta beberapa bait puisi gnomik tentang hukum alam dan umat manusia.[61] Setelah teks-teks pengantar tersebut, barulah salinan kronik dimulai dari tahun 60 SM. Juru tulis pertama menyalin hingga entri tahun 490, dan juru tulis kedua mengambil alih proses penyalinan hingga entri tahun 1048.[60]
Isi Manuskrip [B] dan [C] benar-benar identik untuk periode tahun 491 hingga 652. Namun, perbedaan yang muncul setelah periode tersebut memperlihatkan dengan jelas bahwa juru tulis kedua juga menggunakan salinan Kronik lain sebagai pembanding. Juru tulis ini juga menyisipkan Register Mercia setelah catatan tahunan untuk tahun 915. Register tersebut mencakup periode tahun 902–924 dan berfokus pada rekam jejak Æthelflæd. Manuskrip ini terus berlanjut hingga tahun 1066 dan terputus di tengah-tengah penjelasan mengenai Pertempuran Jembatan Stamford. Baru pada abad ke-12, beberapa baris kalimat tambahan disematkan untuk melengkapi narasi pertempuran tersebut.[60]
D: Kronik Worcester
Kronik Worcester tampaknya ditulis pada pertengahan abad ke-11. Setelah tahun 1033, naskah ini mulai memuat beberapa catatan dari Worcester, sehingga secara umum diyakini bahwa naskah tersebut disusun di sana. Lima juru tulis yang berbeda dapat diidentifikasi pada entri-entri hingga tahun 1054, dan setelah masa itu pengerjaannya tampaknya dilakukan secara berkala. Teks tersebut memuat materi dari Ecclesiastical History karya Bede serta dari kumpulan catatan tahunan Northumbria abad ke-8. Diduga bahwa beberapa entri di dalamnya kemungkinan disusun oleh Uskup Agung Wulfstan.[62]
Manuskrip [D] memuat lebih banyak informasi mengenai urusan wilayah utara dan Skotlandia dibandingkan dengan manuskrip lainnya, sehingga muncul spekulasi bahwa salinan ini ditujukan untuk istana Skotlandia yang telah terpengaruh budaya Inggris. Dari tahun 972 hingga 1016, keuskupan York dan Worcester sama-sama dipimpin oleh orang yang sama—Oswald sejak 972, Ealdwulf sejak 992, dan Wulfstan sejak 1003. Hal ini kemungkinan dapat menjelaskan mengapa sebuah resensi utara bisa ditemukan di Worcester. Menjelang abad ke-16, sebagian dari manuskrip ini sempat hilang; delapan belas halaman kemudian disisipkan untuk memuat entri pengganti dari sumber lain,[62] termasuk dari Manuskrip [A], [B], [C], dan [E]. Halaman-halaman pengganti ini ditulis oleh John Joscelyn, yang merupakan sekretaris dari Matthew Parker.[63]
E: Kronik Peterborough
Pada tahun 1116, sebuah insiden kebakaran di biara Peterborough menghanguskan sebagian besar bangunan yang ada. Salinan Kronik yang disimpan di sana kemungkinan ikut musnah pada saat itu atau setelahnya. Terlepas dari waktu pastinya, tidak lama kemudian sebuah salinan baru dibuat, yang tampaknya disalin dari sebuah versi Kent—kemungkinan besar berasal dari Canterbury. Manuskrip ini ditulis dalam satu waktu oleh seorang juru tulis tunggal hingga catatan tahunan untuk tahun 1121.[64] Juru tulis tersebut juga menambahkan materi khusus yang berkaitan dengan Biara Peterborough yang tidak dapat ditemukan dalam versi-versi lainnya.[65]
Naskah asli dari Canterbury yang ia salin memiliki kemiripan, tetapi tidak sepenuhnya identik dengan Manuskrip [D]: Register Mercia tidak dicantumkan di sini, dan sebuah puisi mengenai Pertempuran Brunanburh pada tahun 937 yang biasanya muncul di sebagian besar salinan Kronik lainnya yang bertahan, justru tidak terekam dalam naskah ini. Juru tulis yang sama kemudian melanjutkan pencatatan sejarah hingga tahun 1131. Entri-entri ini dibuat secara berkala, sehingga diduga kuat merupakan catatan yang ditulis secara kontemporer pada masa peristiwa tersebut terjadi.[65]
Seorang juru tulis kedua pada tahun 1154 menuliskan catatan untuk periode tahun 1132–1154, meskipun penanggalan yang ia buat diketahui kurang andal. Entri terakhir ini ditulis dalam bahasa Inggris Pertengahan, alih-alih bahasa Inggris Kuno. Manuskrip [E] pernah dimiliki oleh William Laud, Uskup Agung Canterbury yang menjabat pada periode 1633–1645, sehingga naskah ini juga dikenal sebagai Laud Chronicle.[65] Manuskrip ini sesekali memuat glosa (catatan tepi) dalam bahasa Latin, dan dirujuk sebagai "the Saxon storye of Peterborowe church" (sejarah Sakson dari gereja Peterborough) dalam sebuah buku antik dari tahun 1566.[66] Menurut Joscelyn, Nowell memiliki sebuah salinan transkrip dari manuskrip tersebut. Para pemilik naskah ini sebelumnya mencakup William Camden[67] dan William L'Isle; nama yang disebut terakhir kemungkinan besar adalah sosok yang meneruskan manuskrip ini kepada Laud.[68]
F: Epitome Dwibahasa Canterbury
Epitome Dwibahasa Canterbury (London, British Library, Cotton Domitian A.viii, folio 30-70): Sekitar tahun 1100, sebuah salinan Kronik ditulis di Christ Church, Canterbury,[69] yang kemungkinan besar dikerjakan oleh salah satu juru tulis yang pernah memberikan catatan pada Manuskrip [A]. Versi ini unik karena ditulis dalam dua bahasa sekaligus, yaitu bahasa Inggris Kuno dan bahasa Latin; setiap entri dalam bahasa Inggris Kuno langsung diikuti oleh versi terjemahan bahasa Latinnya.
Versi yang disalin oleh juru tulis tersebut (pada folio 30–70[70]) memiliki kemiripan dengan versi yang digunakan oleh juru tulis di Peterborough saat menyusun Manuskrip [E], meskipun tampaknya teks di dalam naskah ini telah banyak diringkas. Manuskrip ini memuat materi pengantar yang sama dengan Manuskrip [D] dan, bersama dengan [E], menjadi salah satu dari dua kronik yang tidak menyertakan puisi mengenai Pertempuran Brunanburh. Manuskrip ini juga dipenuhi oleh banyak anotasi serta interlineasi (catatan antarlini), di mana sebagian dibuat oleh juru tulis aslinya dan sebagian lagi ditambahkan oleh para juru tulis di masa kemudian,[71] termasuk oleh Robert Talbot.[70]
A2/G: Salinan Kronik Winchester
Salinan dari Winchester Chronicle: Manuskrip [A2] disalin dari Manuskrip [A] di Winchester pada abad ke-11 dan mengikuti sebuah salinan abad ke-10 dari terjemahan bahasa Inggris Kuno untuk karya Bede, Ecclesiastical History.[55] Catatan tahunan terakhir yang disalin adalah tahun 1001, sehingga salinan ini dibuat tidak lebih awal dari tahun tersebut; sebuah daftar keuskupan yang dilampirkan pada [A2] menunjukkan bahwa salinan tersebut dibuat menjelang tahun 1013. Manuskrip ini hampir hancur sepenuhnya dalam peristiwa kebakaran tahun 1731 di Ashburnham House di Westminster, tempat Perpustakaan Cotton disimpan.[72] Dari 34 lembar asli, kini hanya tujuh lembar yang tersisa, yaitu folio 39–47 dalam manuskrip tersebut.[73]
Sebuah transkrip sempat dibuat oleh Laurence Nowell, seorang antikuaris abad ke-16, yang kemudian digunakan oleh Abraham Wheelocke dalam edisi cetak Kronik yang diterbitkan pada tahun 1643. Karena hal ini, naskah tersebut terkadang juga dikenal sebagai kode [W], dinamai berdasarkan nama Wheelocke. Transkrip buatan Nowell menyalin bagian pengantar silsilah yang terpisah dari Manuskrip [B] (halaman yang kini menjadi British Library MS. Cotton Tiberius Aiii, f. 178), alih-alih bagian yang awalnya merupakan bagian dari dokumen ini. Bagian pengantar asli dari [A2] kemudian dipisahkan sebelum peristiwa kebakaran terjadi dan berhasil selamat sebagai British Library Add MS 34652, f. 2.[74] Sebutan [A], [A2], dan [G] masing-masing berasal dari Plummer, Smith, dan Thorpe.[73]
H: Fragmen Cotton
Fragmen Cotton [H] terdiri dari satu lembar naskah tunggal yang memuat catatan tahunan untuk tahun 1113 dan 1114. Dalam entri untuk tahun 1113, terdapat frasa "ia datang ke Winchester"; oleh karena itu, manuskrip ini diduga kuat ditulis di Winchester. Bagian yang tersisa dari manuskrip ini tidak cukup banyak untuk dapat menentukan hubungan kekerabatan yang andal dengan manuskrip-manuskrip lainnya.[72] Ker mencatat bahwa entri-entri tersebut kemungkinan besar ditulis secara kontemporer pada masa peristiwa itu terjadi.[48]
I: Kronik Tabel Paskah
Kronik Tabel Paskah: Daftar entri Kronik ini menyertai sebuah tabel tahun, yang ditemukan pada folio 133–137 dalam sebuah manuskrip yang terbakar hebat. Manuskrip tersebut memuat berbagai catatan lain mengenai jimat, perhitungan tanggal untuk ibadah gereja, serta catatan tahunan yang berkaitan dengan Christ Church, Canterbury.[49] Sebagian besar entri Kronik ini berkaitan dengan Christ Church, Canterbury. Hingga tahun 1109, yaitu tahun wafatnya Anselm dari Canterbury, entri-entri tersebut ditulis dalam bahasa Inggris Kuno. Semua entri berikutnya, kecuali satu, ditulis dalam bahasa Latin.[75]
Sebagian dari Manuskrip [I] ditulis oleh seorang juru tulis tidak lama setelah tahun 1073, dengan gaya tulisan tangan dan tinta yang sama dengan bagian Manuskrip Caligula lainnya. Setelah tahun 1085, catatan-catatan tahunan tersebut ditulis oleh berbagai tangan juru tulis kontemporer yang berbeda. Entri asli dari penyusun catatan mengenai Penaklukan Normandia hanya terbatas pada kalimat "Her forðferde eadward kyng" (Di sini wafat Raja Edward); juru tulis di masa kemudian baru menambahkan catatan mengenai kedatangan William si Penakluk, "7 her com willelm" (dan di sini William datang).[75]
Manuskrip yang hilang
Dua manuskrip tercatat dalam sebuah katalog kuno milik perpustakaan di Durham; keduanya dideskripsikan di sana sebagai cronica duo Anglica (dua kronik Inggris). Selain itu, Parker juga sempat menyertakan sebuah manuskrip berjudul Hist. Angliae Saxonica dalam daftar hadiah sumbangannya. Namun, manuskrip yang memuat karya tersebut—yang kini menjadi koleksi Perpustakaan Universitas Cambridge MS. Hh.1.10—telah kehilangan 52 lembar halamannya, termasuk seluruh bagian dari salinan kronik ini.[53]
Pemanfaatan oleh sejarawan Latin dan Anglo-Norman
Tiga sejarawan utama Anglo-Norman, yaitu John dari Worcester, William dari Malmesbury, dan Henry dari Huntingdon, masing-masing memiliki salinan Kronik yang mereka adaptasi untuk kepentingan mereka sendiri.[76] Symeon dari Durham juga memiliki salinan Kronik tersebut.[53] Beberapa sejarawan abad pertengahan di masa kemudian juga menggunakan Kronik ini, sementara yang lain mengambil materi mereka dari orang-orang yang telah menggunakannya, sehingga Kronik tersebut menjadi "pusat dari arus utama tradisi sejarah Inggris".[76]
Henry dari Huntingdon menggunakan salinan Kronik yang sangat mirip dengan Manuskrip [E]. Tidak ada bukti dalam karyanya mengenai entri apa pun dalam [E] setelah tahun 1121. Oleh karena itu, meskipun manuskrip miliknya mungkin sebenarnya adalah [E], naskah tersebut bisa jadi merupakan sebuah salinan—baik salinan yang diambil dari [E] sebelum entri-entri yang tidak ia gunakan dibuat, atau manuskrip induk tempat [E] disalin, dengan proses penyalinan yang terjadi sebelum tanggal catatan tahunan terakhir yang ia gunakan. Henry juga memanfaatkan Manuskrip [C].[53]
Catatan Tahunan Waverley menggunakan sebuah manuskrip yang mirip dengan [E], meskipun tampaknya naskah tersebut tidak memuat entri-entri yang berfokus pada Peterborough.[77] Manuskrip kronik yang diterjemahkan oleh Geoffrey Gaimar tidak dapat diidentifikasi secara akurat, meskipun menurut sejarawan Dorothy Whitelock, naskah tersebut merupakan "teks yang agak lebih baik daripada 'E' atau 'F'". Gaimar mengisyaratkan bahwa ada sebuah salinan di Winchester pada zamannya (pertengahan abad ke-12); Whitelock menunjukkan adanya bukti bahwa sebuah manuskrip yang tidak bertahan hingga hari ini berada di Winchester pada pertengahan abad ke-10. Jika naskah tersebut bertahan hingga zaman Gaimar, hal itu akan menjelaskan mengapa Manuskrip [A] tidak terus diperbarui, dan mengapa [A] dapat diberikan kepada biara di Canterbury.[53]
Chronicon ex chronicis karya John dari Worcester tampaknya menggunakan sebuah manuskrip yang merupakan Manuskrip [A] atau yang serupa dengannya. Ia memanfaatkan catatan tahunan yang tidak muncul dalam versi lain, seperti entri mengenai kampanye militer Edward yang Tua dan informasi tentang Winchester menjelang bagian akhir kronik tersebut. Narasinya sering kali mirip dengan Manuskrip [D], meskipun ia kurang menaruh perhatian pada Margaret dari Skotlandia, yang merupakan ciri khas pengidentifikasi dari Manuskrip [D]. Ia memiliki Register Mercia yang hanya muncul dalam [C] dan [D], serta menyertakan materi dari catatan tahunan 979–982 yang hanya muncul di [C]. Ada kemungkinan ia memiliki sebuah manuskrip yang merupakan leluhur dari Manuskrip [D]. Ia juga memiliki sumber-sumber lain yang belum teridentifikasi, dan beberapa pernyataannya tidak memiliki sumber terdahulu yang masih bertahan hingga kini.[53]
Sebuah manuskrip yang mirip dengan [E] tersedia bagi William dari Malmesbury, meskipun kecil kemungkinan naskah tersebut adalah [E] itu sendiri karena manuskrip tersebut diketahui masih berada di Peterborough setelah masa ketika William bekerja, dan ia tidak memanfaatkan satu pun entri dalam [E] yang secara khusus berkaitan dengan Peterborough. Kemungkinan besar ia memiliki naskah asli tempat [E] disalin, atau salinan dari naskah asli tersebut. Ia menyebutkan bahwa kronik-kronik tersebut tidak memberikan informasi apa pun mengenai pembunuhan Alfred Aetheling, tetapi karena peristiwa ini dibahas baik dalam [C] maupun [D], tampak jelas bahwa ia tidak memiliki akses ke manuskrip-manuskrip tersebut. Sesekali ia tampaknya menunjukkan pengetahuan tentang Manuskrip [D], tetapi ada kemungkinan bahwa informasinya diambil dari catatan John dari Worcester. Ia juga melewatkan referensi apa pun mengenai pertempuran yang dipimpin oleh Cenwealh pada tahun 652; pertempuran ini disebutkan dalam [A], [B], dan [C], tetapi tidak dalam [E]. Di sisi lain, ia menyebutkan sebuah pertempuran yang dipimpin oleh Cenwealh di Wirtgernesburg, yang tidak tercatat dalam manuskrip mana pun yang masih ada saat ini, sehingga ada kemungkinan ia memiliki sebuah salinan yang kini telah hilang.[53]
Edisi dan terjemahan
Sejarah awal
Salah satu edisi awal dari Kronik adalah Venerabilis Bedae Historia Ecclesiastica karya Abraham Wheelocke pada tahun 1644, yang dicetak di Cambridge dan didasarkan pada Manuskrip G.[78] Sebuah edisi penting terbit pada tahun 1692 oleh Edmund Gibson, seorang pakar hukum dan teolog Inggris yang di kemudian hari (1716) menjadi Uskup Lincoln. Edisi yang berjudul Chronicon Saxonicum ini mencetak teks bahasa Inggris Kuno dalam kolom paralel bersandingan dengan versi terjemahan bahasa Latin milik Gibson sendiri, dan menjadi edisi standar hingga abad ke-19. Gibson menggunakan tiga manuskrip dengan naskah utamanya berupa Peterborough Chronicle. Edisi ini kemudian digantikan pada tahun 1861 oleh edisi Rolls Series karya Benjamin Thorpe, yang mencetak enam versi dalam bentuk kolom berlabel A sampai F, sehingga memberikan kode huruf pada manuskrip-manuskrip tersebut yang masih digunakan untuk merujuknya hingga sekarang.
John Earle menyunting Two of the Saxon Chronicles Parallel pada tahun 1865.[79] Charles Plummer merevisi edisi ini dengan menyediakan catatan, lampiran, dan glosarium dalam dua volume pada tahun 1892 dan 1899.[80][78] Edisi dari teks A dan E ini, yang dilengkapi dengan materi dari versi-versi lainnya, digunakan secara luas dan dicetak ulang pada tahun 1952.[78]
Terjemahan modern
Terjemahan bahasa Inggris modern yang paling banyak dijadikan rujukan utama dikerjakan oleh Dorothy Whitelock, David Douglas, dan Susie Tucker,[81] serta oleh Michael Swanton.[82]
H. A. Rositzke menerbitkan sebuah terjemahan dari teks Manuskrip [E] dalam The Peterborough Chronicle (New York, 1951).
Sebuah edisi beserta terjemahan bahasa Inggris modern dengan format halaman berhadapan untuk teks Manuskrip [A] dimuat dalam karya Janet Bately, Joseph C. Harris, dan Katherine O'Brien O'Keeffe, bersama Susan Irvine, The Old English Chronicle, Volume I: The A-Text to 1001 and Related Poems, Dumbarton Oaks Medieval Library 91 (Cambridge, MA, 2025).
Edisi modern
Mulai dekade 1980-an, serangkaian edisi ilmiah dari teks berbahasa Inggris Kuno telah dicetak di bawah judul seri "The Anglo-Saxon Chronicle: A Collaborative Edition". Seri ini diterbitkan oleh D. S. Brewer di bawah penyuntingan umum oleh David Dumville dan Simon Keynes.[83][notes 2] Hingga tahun 2021, volume yang telah diterbitkan adalah:
- 1. Dumville, David (ed.), Anglo-Saxon Chronicle 1 MS F, edisi faksimile, 1995[45]
- 3. Bately, Janet (ed.), Anglo-Saxon Chronicle 3 MS A, 1986[39]
- 4. Taylor, Simon (ed.), Anglo-Saxon Chronicle 4 MS B, 1983[40]
- 5. O'Brien O'Keeffe, Katherine (ed.), Anglo-Saxon Chronicle 5 MS C, 2000[41]
- 6. Cubbin, G. P. (ed.), Anglo-Saxon Chronicle 6 MS D, 1996[42]
- 7. Irvine, Susan (ed.), Anglo-Saxon Chronicle: 7. MS E, 2004[43]
- 8. Baker, Peter (ed.), Anglo-Saxon Chronicle 8 MS F, 2000[44]
- 10. Conner, Patrick (ed.), Anglo-Saxon Chronicle 10 The Abingdon Chronicle AD 956–1066 (MS C dengan ref. ke BDE), 1996[84]
- 17. Dumville, David dan Lapidge, Michael (ed.), Anglo-Saxon Chronicle 17 The Annals of St Neots with Vita Prima Sancti Neoti, 1985[85]
Edisi kolaboratif ini tidak menyertakan Manuskrip G karena sebuah edisi karya Angelika Lutz, yang digambarkan oleh Pauline Stafford sebagai edisi yang "luar biasa", baru saja diterbitkan tidak lama sebelumnya.[86][47]
Berikut adalah beberapa edisi ilmiah modern lainnya untuk berbagai manuskrip Kronik yang diterbitkan secara terpisah. Manuskrip [C] disunting oleh H. A. Rositzke dalam "The C-Text of the Old English Chronicles" (Beiträge zur Englischen Philologie, XXXIV, Bochum-Langendreer, 1940). Untuk Manuskrip [D], edisi ilmiahnya disusun oleh E. Classen dan F. E. Harmer dengan judul An Anglo-Saxon Chronicle from British Museum Cotton MS., Tiberius B. iv (Manchester, 1926). Sementara itu, teks Manuskrip [F] dicetak dalam "Annales Domitiani Latini: an Edition" karya F. P. Magoun, Jr., yang dimuat dalam jurnal Mediaeval Studies of the Pontifical Institute of Mediaeval Studies (IX, 1947, hlm. 235–295).[78]
Faksimile
- Kronik Anglo-Sakson A
- Kronik Anglo-Sakson B (Cotton MS Tiberius A VI)
- Kronik Anglo-Sakson C (Cotton MS Tiberius B I)
- Kronik Anglo-Sakson D (Cotton MS Tiberius B IV)
- Kronik Anglo-Sakson E
- Kronik Anglo-Sakson F (Cotton MS Domitian A VIII)
- Kronik Anglo-Sakson H
Sebuah edisi faksimile yang lebih awal untuk Manuskrip [A], yang berjudul The Parker Chronicle and Laws, diterbitkan pada tahun 1941 oleh Oxford University Press, serta disunting oleh Robin Flower dan Hugh Smith.[78]
Catatan
- ↑ Sebagai contoh, Asser menghilangkan nama Esla dari silsilah Alfred; Manuskrip [A] mencantumkan Esla sedangkan [D] tidak.[52]
- ↑ WorldCat mencantumkan satu volume tambahan, nomor 11, The Northern Recension ISBN 9781843841326, tetapi volume ini tampaknya tidak pernah ada dan tidak pernah dikutip oleh para sejarawan.
Referensi
- 1 2 Howe 2004, hlm. 147-172.
- ↑ Keynes & Lapidge 1983, hlm. 39.
- ↑ Bately 1985, hlm. 7-26.
- 1 2 Abels 1998, hlm. 15.
- ↑ Irvine 2015, hlm. 350-352.
- ↑ Wormald 1982, hlm. 158.
- 1 2 Keynes & Lapidge 1983, hlm. 41.
- ↑ Keynes & Lapidge 1983, hlm. 40.
- ↑ Campbell 2000, hlm. 144.
- ↑ Irvine 2015, hlm. 347-354.
- 1 2 Keynes 2014, hlm. 37.
- ↑ Bately 1978, hlm. 93-129.
- ↑ Bately 1979a, hlm. 177-194.
- ↑ Irvine 2015, hlm. 348-349.
- ↑ Bately 1979b, hlm. 233-254.
- 1 2 Irvine 2015, hlm. 348.
- ↑ Konshuh 2020, hlm. 154-180.
- ↑ Sims-Williams 1983, hlm. 1-41.
- ↑ Yorke 1993, hlm. 45-50.
- ↑ Dark 2000, hlm. 43-44.
- ↑ Dumville 1976, hlm. 23-50.
- 1 2 Dumville 1985, hlm. 21-66.
- ↑ Irvine 2015, hlm. 349.
- ↑ Ekwall 1947.
- ↑ Harrison 1976.
- ↑ Stenton 1970, hlm. 116-126.
- ↑ Harrison 1976, hlm. 132-135.
- ↑ Yorke 1990, hlm. 1990.
- 1 2 Swanton 2000, hlm. xix.
- ↑ Greenfield 1986, hlm. 60.
- ↑ Bredehoft 2001, hlm. 39-60.
- ↑ Crystal 1995, hlm. 15.
- ↑ Swanton 2000, hlm. 60-61.
- ↑ Wormald 1982, hlm. 139.
- ↑ Swanton 2000, hlm. 184-185.
- 1 2 John 1982, hlm. 222.
- 1 2 Thomas 2024, hlm. 233-263.
- ↑ Swanton 2000, hlm. 188-189.
- 1 2 Bately 1986.
- 1 2 Taylor 1983.
- 1 2 O'Brien O'Keeffe 2000.
- 1 2 Cubbin 1996.
- 1 2 Irvine 2004.
- 1 2 Baker 2000.
- 1 2 Dumville 1995.
- ↑ Whitelock, Douglas & Tucker 1961, hlm. xii.
- 1 2 Lutz 1981.
- 1 2 Ker 1957, hlm. 188.
- 1 2 Ker 1957, hlm. 174.
- ↑ Bately 1991.
- ↑ Swanton 2000, hlm. xxix.
- ↑ Keynes & Lapidge 1983, hlm. 228-229 n. 4.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 Whitelock 1979, hlm. 113-114.
- ↑ Swanton 2000, hlm. xxi.
- 1 2 3 Ker 1957, hlm. 57.
- 1 2 3 Whitelock 1979, hlm. 109-112.
- ↑ Swanton 2000, hlm. xxi=xxii.
- 1 2 Swanton 2000, hlm. xxi-xxii.
- ↑ Ker 1957, hlm. 249.
- 1 2 3 Swanton 2000, hlm. xxiii-xxiv.
- ↑ Ker 1957, hlm. 251-252.
- 1 2 Swanton 2000, hlm. xxv-xxvi.
- ↑ Ker 1957, hlm. 254.
- ↑ Ker 1957, hlm. 424-426.
- 1 2 3 Swanton 2000, hlm. xxvi-xxvii.
- ↑ Ker 1957, hlm. 424.
- ↑ Harrison 2007, hlm. 222.
- ↑ Howorth 1908, hlm. 155.
- ↑ Gneuss 2001, hlm. 63.
- 1 2 Ker 1957, hlm. 187.
- ↑ Swanton 2000, hlm. xxvii-xxviii.
- 1 2 Swanton 2000, hlm. xxviii.
- 1 2 Ker 1957, hlm. 231.
- ↑ Grant 1996, hlm. 25.
- 1 2 Ker 1957, hlm. 175.
- 1 2 Keynes 2014, hlm. 38.
- ↑ Whitelock 1979, hlm. 119.
- 1 2 3 4 5 Whitelock 1979, hlm. 139.
- ↑ Earle 1865.
- ↑ Earle & Plummer 1892–1899.
- ↑ Whitelock, Douglas & Tucker 1961.
- ↑ Swanton 2000.
- ↑ Hart 1997, hlm. 293-301.
- ↑ Conner 1996.
- ↑ Dumville & Lapidge 1985.
- ↑ Stafford 2024, hlm. 34.
Referensi
- Abels, Richard (2005). Alfred the Great: War, Kingship and Culture in Anglo-Saxon England. Longman. hlm. 15. ISBN 0-582-04047-7.
- Bately, Janet M. (1986). The Anglo-Saxon Chronicle: A Collaborative Edition. Vol. 3: MS. A. Cambridge: D.S. Brewer. ISBN 0-85991-103-9.
- Bosworth, Joseph (1823). The Elements of Anglo-Saxon Grammar. London: Harding, Mavor and Lepard.
- Campbell, James; John, Eric; Wormald, Patrick (1991). The Anglo-Saxons. New York: Penguin Books. ISBN 0-14-014395-5.
- Campbell, James (2000). The Anglo-Saxon State. Hambledon and London. ISBN 1-85285-176-7.
- Crystal, David (1995). The Cambridge Encyclopedia of the English Language. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-59655-6.
- Ekwall, Eilert (1947). The Concise Oxford Dictionary of English Place-Names. Oxford: Clarendon Press. OCLC 3821873.
- Gneuss, Helmut (2001). Handlist of Anglo-Saxon Manuscripts: A List of Manuscripts and Manuscript Fragments Written or Owned in England up to 1100. Medieval and Renaissance Texts and Studies. Vol. 241. Tempe: Arizona Center for Medieval and Renaissance Studies. ISBN 978-0-86698-283-2.
- Greenfield, Stanley Brian (1986). A New Critical History of Old English Literature. New York: New York University Press. hlm. 60. ISBN 0-8147-3088-4.
- Harrison, Julian (2007). "William Camden and the F-Text of the Anglo-Saxon Chronicle". Notes and Queries. 54 (3): 222–24. doi:10.1093/notesj/gjm124.
- Howorth, Henry H. (1908). "The Anglo-Saxon Chronicle: Its Origin and History". The Archaeological Journal. 65: 141–204.
- Hunter Blair, Peter (1960). An Introduction to Anglo-Saxon England (Edisi 3rd). Cambridge: Cambridge University Press. (2003 edition: ISBN 0-521-83085-0)
- Hunter Blair, Peter (1966). Roman Britain and Early England: 55 B.C. – A.D. 871. New York: Norton. ISBN 0-393-00361-2.
- Ker, Neil Ripley (1957). Catalogue of Manuscripts Containing Anglo-Saxon. Oxford: At the Clarendon.
- Keynes, Simon; Michael Lapidge (2004). Alfred the Great: Asser's Life of King Alfred and other contemporary sources. New York: Penguin Classics. ISBN 0-14-044409-2.
- Lapidge, Michael (1999). The Blackwell Encyclopedia of Anglo-Saxon England. Oxford: Blackwell Publishing. ISBN 0-631-22492-0.
- Plummer, Charles (1885). Two of the Saxon Chronicles Parallel.
- Savage, Anne (1997). The Anglo-Saxon Chronicles. Gadalming: CLB. ISBN 1-85833-478-0.
- Smith, Albert Hugh (1935). The Parker Chronicle (832–900). Methuen's Old English Library, Prose Selections. Vol. 1. London: Methuen.
- Swanton, Michael (1996). The Anglo-Saxon Chronicle. New York: Routledge. ISBN 0-415-92129-5.
- Thorpe, Benjamin (1861). The Anglo-Saxon Chronicle. Rolls Series. Vol. 23. London: Longman.
- Whitelock, Dorothy (1968). English Historical Documents v. 1 c. 500–1042. London: Eyre & Spottiswoode.
- Wormald, Patrick (1991). "The Ninth Century." In Campbell et al., The Anglo-Saxons, 132–159.
- Yorke, Barbara (1990). Kings and Kingdoms of Early Anglo-Saxon England. London: Seaby. ISBN 1-85264-027-8.
Pranala luar
- Translation of this scanned page [1]
- The Anglo-Saxon Chronicle at Project Gutenberg – Public domain copy.
- The Chronicle from The Cambridge History of English and American Literature, Volume I, 1907–21.
- XML Edition of the Anglo-Saxon Chronicle Diarsipkan 2011-01-01 di Wayback Machine. by Tony Jebson.
- Digital images of Anglo-Saxon Chronicle A
- Digital images of Anglo-Saxon Chronicle B, C, D & F
- Digital images of Anglo-Saxon Chronicle E Diarsipkan 2018-09-03 di Wayback Machine.
- Published Wheelocke transcript of mostly-lost Anglo-Saxon Chronicle G
- Scans of introduction detached from Anglo-Saxon Chronicle G
- Scans of Anglo-Saxon Chronicle H
- Scans of Easter Table Chronicle (Anglo-Saxon Chronicle I, beginning at 135r)
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |
- ↑ Bosworth, The Elements of Anglo-Saxon Grammar, p. 277.