Kerajaan Saxon Selatan, sekarang disebut Kerajaan Sussex (/ˈsʌsɪks/; bahasa Inggris Kuno:Sūþseaxna rīcecode: ang is deprecated ) merupakan salah satu dari tujuh kerajaan tradisional dalam Heptarki Anglo-Saxon. Berlokasi di pantai selatan Britania Raya, Sussex pada awalnya merupakan koloni Saxon pada abad keenam, sebelum kemudian berkembang menjadi kerajaan yang independen.
Menurut legenda pendiriannya, pada tahun 477 M, Ælle dan ketiga putranya tiba dengan tiga kapal dan menaklukkan wilayah yang kini dikenal sebagai Sussex. Ælle kemudian dianggap sebagai Bretwalda (penguasa tertinggi) atas kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon lain di selatan muara Humber. Meskipun para sejarawan terbagi mengenai keberadaan Ælle yang sebenarnya, bukti arkeologi mendukung pandangan bahwa otoritas Saxon Selatan mungkin pernah mengalami ekspansi singkat hingga ke Midlands pada abad ke-5.
Dibandingkan dengan kerajaan Anglo-Saxon lainnya, Sussex merupakan entitas politik yang paling minim informasinya; tidak ada daftar raja yang tersisa, kerajaan ini memiliki lebih sedikit sentralisasi, dan diperintah oleh beberapa penguasa lokal. Meskipun demikian, pada sebagian besar abad ke-7 dan ke-8, Sussex menghadapi upaya invasi berulang kali dari kerajaan Wessex di sebelah baratnya. Untuk melawan ancaman tersebut, Raja Æðelwealh membentuk aliansi dengan Mercia yang Kristen, menjadikannya raja Kristen pertama di Sussex. Dengan dukungan Santo Wilfrid, Sussex menjadi kerajaan Anglo-Saxon besar terakhir yang memeluk Kristen. Pasukan Saxon Selatan dan Mercia bahkan berhasil menguasai sebagian Hampshire timur dan Isle of Wight.
Masa-masa penuh kekerasan terjadi ketika Cædwalla dari Wessex membunuh Æðelwealh, yang kemudian "menghancurkan Sussex dengan pembantaian dan perusakan kejam," sebagaimana dicatat oleh Bede. Walaupun Saxon Selatan sempat mengusir Cædwalla dan berhasil memimpin kampanye militer ke Kent, di mana mereka mengganti rajanya dan berpotensi kembali menjadi kekuatan regional. Cædwalla tak lama kemudian kembali ke Sussex, membunuh rajanya, dan menempatkan rakyatnya dalam "keadaan perbudakan yang lebih buruk." Imbasnya, para rohaniwan Saxon Selatan diletakkan di bawah kendali Winchester (Wessex). Barulah sekitar tahun 715, Eadberht dari Selsey diangkat menjadi uskup Saxon Selatan pertama. Setelah periode kekuasaan oleh Raja Offa dari Mercia, Sussex sempat mendapatkan kembali kemerdekaannya. Namun, tidak lama kemudian, wilayah ini dianeksasi oleh Wessex, kemungkinan pada tahun 827 setelah Pertempuran Ellendun. Sussex secara penuh diperintah oleh raja-raja Wessex pada tahun 860, dan akhirnya menjadi bagian dari Kerajaan Inggris yang baru pada tahun 927.
Catatan
↑The traditional year given for the creation of the Kingdom of Sussex from Bede is 477; many academics think the date was probably about 20 years earlier, ca457.[1]
↑The traditional year given for the creation of the Kingdom of Sussex from Bede is 477; many academics think the date was probably about 20 years earlier, ca457.[2]
Phillips, C.B.; Smith, J.H. (2014). The South East from 1000 AD. Routledge. ISBN9781317871699.
Roach, Levi (2013). Kingship and Consent in Anglo-Saxon England, 871-978: Assemblies and the State in the Early Middle Ages. Cambridge University Press. ISBN978-1107036536.