Keuskupan ini merupakan pemekaran dari Keuskupan Ruteng dan terbentuk pada 21 Juni 2024. Uskup pertama Keuskupan Labuan Bajo adalah Maksimus Regus.[1]
Sejarah
Pembentukan Keuskupan Labuan Bajo merupakan hasil pelaksanaan Sinode III Keuskupan Ruteng yang diselenggarakan pada tahun 2021.[2] Adapun wilayah cakupan Keuskupan Ruteng saat itu dinilai cukup luas dan memiliki jumlah umat terbanyak dibandingkan keuskupan lain di Indonesia.[3] Uskup Ruteng Siprianus Hormat kemudian mengajukan proposal rencana pemekaran tersebut kepada Takhta Suci.[4] Sejumlah persiapan kemudian mulai dilaksanakan.[4] Pada 21 Juni 2024, Takhta Suci mengumumkan pembentukan Keuskupan Labuan Bajo dan juga menunjuk uskup pertama, Maksimus Regus.[5] Adapun pembentukan keuskupan ini ditandai dengan bulla "Spiritali gaudio" yang dapat diterjemahkan sebagai "Dengan sukacita rohani".[6]
Garis waktu
Didirikan sebagai Keuskupan Labuan Bajo pada tanggal 21 Juni 2024, dimekarkan dari Keuskupan Ruteng