Maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. (TB)[3]
Kemungkinan besar yang dimaksudkan adalah keturunan Set yang saleh (bandingkan Ulangan 14:1; 32:5; Mazmur 73:15; Hosea 1:10); mereka mulai menikah dengan "anak-anak perempuan manusia," yaitu wanita tidak saleh dari keturunan Kain (lihat Kejadian 4:16). Teori bahwa "anak-anak Allah" itu adalah malaikat kurang dapat diterima karena Yesus menyatakan bahwa malaikat tidak menikah (Matius 22:30; Markus 12:25). Persatuan orang saleh dengan yang tidak saleh ini menghasilkan "kejahatan" (Kejadian 6:5), yaitu perhatian orang saleh terikat oleh kejahatan. Sebagai akibatnya, bumi ini tercemar dan dipenuhi dengan kekerasan (Kejadian 6:11–13).[4]
Ayat 3
Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh (120) tahun saja." (TB)[5]
Ayat 4
Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa pada zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. (TB)[6]
"Orang-orang raksasa" diterjemahkan dari bahasa Ibrani:נפליםcode: he is deprecated , nefilim; bahasa Inggris:nephilimcode: en is deprecated , giants). Kata ini muncul lagi (dua kali) pada Bilangan 13:33.
Ayat 5
Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, (TB)[7]
"Kejahatan manusia besar": Di zaman Nuh sifat dosa manusia dengan terang-terangan ditunjukkan dalam dua hal utama: nafsu seksual (Kejadian 6:2) dan kekerasan (Kejadian 6:11). Kebejatan manusia tidak berubah; nafsu dan kekerasan masih merupakan sarana ungkapan kejahatan yang tak terkendali. Dewasa ini perilaku amoral, kefasikan, pornografi, dan kekerasan menguasai masyarakat kita (lihat Mat 24:37–39; Roma 1:32).[4]
Ayat 8
Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. (TB)[8]
Ayat 14
(Berfirmanlah Allah kepada Nuh🙂 "Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam." (TB)[9]
Ayat ini dalam kode bahasa Inggrisnya (GEN 6:14; dari Genesis 6:14) muncul berkali-kali dalam film Evan Almighty (dengan pemeran utama Steve Carell sebagai Evan Baxter) pada waktu Allah mendorong Evan untuk membuat bahtera tepat seperti yang dibuat Nuh.
Ukuran "hasta" (bahasa Ibrani:אמהcode: he is deprecated , ’am·māh) yang dipakai diyakini berdasarkan ukuran Mesir kuno kubit (bahasa Inggris:"cubit"code: en is deprecated ), yang kira-kira sepanjang 52,4cm. Besarnya bahtera itu dengan ukuran sekarang: 157 meter (515 kaki) panjangnya, 26,2 meter (86 kaki) lebarnya dan 15,7 meter (52 kaki) tingginya. Sebagai perbandingan kapal raksasa Titanic yang tenggelam pada tahun 1912 itu berukuran panjang: 269.0 m (882,5 kaki), lebar: 28 m (92 kaki) dan tinggi: 53.3 m (175 kaki; lunas hingga puncak cerobong).
Ilustrasi
Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
Tuhan menyuruh Nuh membuat bahtera
Nuh dan putra-putranya melakukan yang diperintahkan Allah kepadanya.
Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, datanglah satu pasang kepada Nuh.
Nuh dan keluarganya membawa segala apa yang dapat dimakan untuk menjadi makanan bagi mereka dan bagi segala hewan.
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857