Kadipatèn Pakualaman, Kadipaten yang kini tetap eksis di era modern.
Kadipaten atau Keadipatian adalah sebuah istilah yang merujuk kepada suatu wilayah bawahan yang tunduk pada kerajaan, kesunanan atau kesultanan. Nama ini merupakan penyelarasan dari kata ke-Adipati-an, yang berasal dari nama gelar atau pangkat atau jabatan di lingkungan kerajaan, yakni Adipati.Kadipaten merupakan wilayah Monarki setingkat Negara Bagian /Provinsi (satu tingkat dibawah kekaisaran/Negara).
Sedangkan Kadipaten Agung atau Keharyapatihan adalah wilayah yang dikepalai oleh seorang Adipati Agung atau Haryapatih. Wilayah ini berada setingkat di atas Kadipaten, tetapi masih dibawahi oleh suatu kerajaan .
Mangkunegara X, yang menjadi Adipati termuda di Indonesia. Ia merupakan Adipaten Mangkunegaran kesepuluh.Adipati dari Kadipaten Pakualaman, Paku Alam X, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Gubernurnya adalah Hamengkubuwana X.
Paku Alam X adalah contoh dari Adipati zaman modern.
Padanan dalam bahasa lain
Istilah duchy atau dukedom dalam bahasa Inggris dipadankan dengan "kadipaten", sementara grand duchy dipadankan dengan "kadipaten agung". Hal ini dapat ditemukan di setiap negara monarki di Eropa, biasanya di Britania Raya dan Luksemburg.
Semua provinsi di Swedia berhak memiliki mahkota adipati dalam lambangnya.[1] Raja memberikan gelar adipati kepada pangeran dan putri kerajaan. Kadipaten kerajaan saat ini meliputi: