Etimologi
Nama 'Kampung Ayer' saat ini adalah ejaan lama dari istilah Melayu Kampung Air yang secara harfiah berarti 'Desa Air'. Namun, ejaan lama tetap dipertahankan dan masih digunakan sebagai nama utama tempat tersebut.
Secara umum, nama desa didasarkan pada sejumlah tema, termasuk gelar pejabat negara yang tinggal di sana, perdagangan khusus daerah tersebut, lokasi desa, atau lokasi acara atau perayaan penting. Contoh nama berdasarkan lokasi atau sungai di dekatnya meliputi Kampung Sungai Kedayan, Kampung Sungai Asam, Kampung Pekan Lama, Kampung Sungai Pandan, Kampung Lurong Dalam, Kampung Lurong Sikuna, Kampung Sungai Si Amas, Kampung Ujong Klinik, Kampung Sungai Kebun, dan Kampung Bukit Berumput.[5][6]
Nama-nama pembesar negara atau kepala desa digunakan untuk menamakan desa, yaitu Kampung Sultan Lama, Kampung Pengiran Bendahara Lama, Kampung Pemancha Lama, Kampung Bakut Siraja Muda, Kampung Pengiran Kerma Indera Lama, Kampung Pengiran Tajuddin Hitam, Kampung Setia Negara, Kampung Setia, dan Kampun Setia Pahlawan. Desa Kampung Peramu, Kampung Pekilong Muara, dan Kampung Pandai Besi diberi nama sesuai nama-nama perajin.[5][6]
Beberapa nama permukiman lenyap karena digabung dengan desa-desa tetangga. Kampung Kandang Batu dan Kampung Alangan termasuk di antaranya. Beberapa desa telah lenyap sepenuhnya. Banyak desa, termasuk Kampung Saudagar, Kampung Pasir, Kampung Belanak, Kampung Panchur Berasur, Kampung Tekuyong, Kampung Pengiran Daud, Kampung Pengiran Ajak, dan Kampung Jawatan Jeludin, disebutkan secara tertulis oleh seorang sejarawan Inggris pada pertengahan abad ke-19, tetapi lokasinya tidak pernah ditentukan.[5][6]