Menurut informasi yang diwariskan secara turun-temurun, asal-usul kampung ini adalah tempat tinggal anak-anak Sultan Omar Ali Saifuddin I beserta para pengikut dan anak buahnya. Kampung ini pada awalnya bernama Pengiran Pekerma Indera Lama Pengiran Anak Apong karena nama seorang bangsawan cheteria.[5]
Berdasarkan sensus tahun 2021, jumlah penduduk desa ini adalah 104 jiwa dengan 53.8% laki-laki dan 46.2% perempuan. Seluruh penduduk tinggal di daerah perkotaan.[7]
Ekonomi
Dahulu, rata-rata penduduk laki-laki di kampung ini bekerja sebagai tukang sapu, tukang gali batu, dan tukang kayu, sedangkan pekerjaan penduduk perempuan hanya membuat kajang (barang anyaman dari daun nipah), membuat nyiru, tukang atap dan sebagainya. Sementara saat ini sebagian besar penduduk kampung ini bekerja di pemerintahan, swasta disamping berwiraswasta.[5]
12Kampung Pengiran Pekerma Indera Lama(PDF) (dalam bahasa Melayu). Unit Penerbitan Melayu, Bahagian Penerbitan dan Seni Grafik, Jabatan Penerangan, Jabatan Perdana Menteri. 2018. hlm.22–23.