Menurut cerita rakyat, nama asli desa ini berasal dari kata ‘melimbai’ yang berarti perahu yang apabila dikayuh, baik pada saat air pasang maupun air surut maka perahu tersebut akan hanyut ke tepian akibat adanya hambatan dari kuatnya air. Warga desa yang tinggal di tepian Sungai Brunei tersebut apabila pergi dan pulang dari kota, perahu yang mereka tumpangi akan hanyut ke laut apabila menghantam arus yang kuat. Dari kejadian tersebut, terungkaplah kata ‘Pelambaian’ dan akhirnya desa tersebut dinamakan Kampung Pelambayan.[5]
Demografi
Hingga tahun 2016, terdapat 714 warga desa yang bermukim di desa tersebut. Warga Kampung Pelambayan membangun rumah di tepi Sungai Brunei dan sebagian lagi di lahan yang dipisahkan oleh Jalan Kota Batu.[6]
Infrastruktur
Masjid
Masjid di desa ini adalah Masjid Kampong Pelambayan, diresmikan pada tanggal 20 April 1984 dan mampu menampung 600 jamaah.[7]