Menurut cerita rakyat, dahulu kala di sungai-sungai banyak sekali ular, baik ular kecil maupun ular besar seperti ular walet. Para tetua adat mengenal ular tersebut sebagai 'akar', sehingga muncullah nama Kampung Sungai Akar karena jika diberi nama Kampung Sungai Ular tentu kedengarannya kurang baik.[2]
Administrasi
Kampung Sungai Akar adalah salah satu desa di bawah Mukim Berakas 'B' , sebuah mukim di Daerah Brunei-Muara. Desa ini memiliki kode pos BC4115.[3] Desa ini juga telah dimasukkan ke dalam wilayah kotamadya ibu kota Bandar Seri Begawan.[4]
Demografi
Berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan oleh Departemen Statistik, Departemen Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi pada tahun 2011, jumlah penduduk di Kampung Sungai Akar adalah 6.336 jiwa, yaitu 3.788 laki-laki dan 2.458 perempuan.[5]
Infrastruktur
Di desa ini terdapat beberapa kantor pemerintahan seperti Departemen Radio Televisyen Brunei (RTB) dan Departemen Perhubungan Darat. Selain itu, terdapat pula sekolah menengah dan dasar yaitu Sekolah Freda Radin, Sekolah Stella, Sekolah PGGMB, Sekolah Menengah Arab dan Sekolah Internasional Islam Miftah An-Nur.[5][6]
Masjid desa tersebut adalah Masjid Rashidah Sa'adatul Bolkiah dan diresmikan oleh Sultan Hassanal Bolkiah pada tanggal 19 Juli 2013.[7] Masjid ini dibangun dengan biaya sekitar B$3,2 juta (US$2,4 juta per Oktober 2021).[7][8] Masjid ini dapat menampung 1.000 jamaah.[7]