Sejarah keberadaan kampung ini sama dengan keberadaan Kampung Pengiran Kerma Indera Lama dan Kampung Pengiran Bendahara Lama. Menurut warga, nama kampung ini diambil dari nama seseorang yang merupakan keturunan Pengiran-Pengiran yang menurut ceritanya batu nisannya di batu dan berada di areal makam kerajaan. Memasuki tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an kondisi rumah di kampung ini dan sebagian di Kampong Ayer mulai mengalami perubahan dimana rumah-rumah mulai dibangun dengan tiang-tiang beton dan beratap seng serta berdinding papan.[5]
Berdasarkan sensus tahun 2021, jumlah penduduk desa ini adalah 147 jiwa dengan 47.6% laki-laki dan 52.4% perempuan. Seluruh penduduk tinggal di daerah perkotaan.[7]