Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu.10Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu.[3]
Salah satu penerapannya adalah pada Kitab Rutpasal 2, di mana Rut, seorang asing keturunan Moab, yang baru tiba di Betlehem (di Yudea) bersama mertuanya, Naomi, dan tidak mempunyai uang, pergi ke ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit.[4] Dari jelai yang dikumpulkan itu, Naomi dan Rut dapat membuat makanan mereka.
"Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri"
Pernyataan ini merupakan salah satu dari 2 hukum yang terutama dalam Kitab Taurat, seperti yang juga diajarkan oleh YesusKristus.[7]
"Sesamamu"
"Sesamamu" (dari bahasa Ibrani: רע rê-‘e, "sesama, teman, tetangga" dan akhiran -ka, "-mu") mengacu kepada setiap orang yang berhubungan dengan seseorang, bukan sekadar orang yang tinggal di dekat rumahnya. Perintah ini yang mengatur perlakuan orang Israel terhadap orang lain dikutip oleh Kristus (Matius 22:39), Paulus (Roma 13:9), dan Yakobus (Yakobus 2:8). Imamat 19:9-18 menggambarkan cara-cara praktis bagi seseorang untuk menunjukkan kasih dan perhatian kepada sesamanya.[8]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857