Abu Abdurrahman Hujr bin Adi al-Kindi (bahasa Arab:أبو عبد الرحمن حجر بن عدي الكنديcode: ar is deprecated ) adalah salah satu sahabat NabiMuhammad.[1] Ia berasal dari suku Kindah.[2] Nasab lengkapnya Hujr bin Adiy bin Jabalah bin Adiy bin Rabi'ah bin Muawiyah.[3] Hujr termasuk di antara delegasi yang mendatangi Nabi lalu masuk Islam.[4]
Sebelumnya Ziyad telah menasihati Hujr dan ia menerimanya, namun kelompok syiah mantan pendukung Ali memintanya untuk melakukan perlawanan. Beberapa sahabat seperti Adi bin Hatim mencoba mendamaikan, tetapi ditolak Hujr, akhirnya Ziyad mengirim pasukannya.[3] Hal lain disebabkan saat Ziyad memberi khutbah jumat yang sangat panjang dan lama, sehingga membuat Hujr bangkit dan solat Jumat duluan diikuti jamaah lainnya. Ziyad lalu mengadukan hali ini pada Muawiyah. Hujr lalu diikat rantai dan dibawa ke Damaskus.[9]
Kematian
Muawiyah lalu memerintahkan hukuman mati untuknya. Hujr meminta waktu solat 2 rakaat sebelum dihukum mati. Mereka kemudian dibunuh di Adra atas perintah Muawiyah pada tahun 51 H / 671 M.[5][10]
Sebelum Muawiyah membunuh Hujr, ia telah memiliki alasan atau pertimbangan seperti meminta saran dari para penasihatnya dan mengutip hadis tentang membunuh orang yang memecah belah kaum muslimin. Ketika Aisyah bertanya (marah)[9] terkait keputusannya membunuh Hujr, Muawiyah mengatakan bahwa itu adalah urusannya kelak antara dia dengan Hujr pada hari kiamat di hadapan Allah.[10] Hujr memiliki dua putra: Ubaidullah dan Abdurrahman, yang termasuk pendukung al-Mukhtar ats-Tsaqafi dan terbunuh bersamanya ketika melawan Mush'ab bin az-Zubair.[4][7]
Silsilah
Hujr bin Adi bin Jabalah bin Adi bin Rabi'ah bin Muawiyah al-Akramin bin al-Harits bin Muawiyah bin Tsaur bin Murti' bin Kindah.[2]