Konsonan letup celah-suara atau hentian glotal atau hambat glotal (bahasa Inggris:glottal stopcode: en is deprecated ) atau hamzah adalah jenis dari suara konsonan celah-suara yang digunakan dalam berbagai bahasa. Simbol IPAnya adalah ⟨ʔ⟩. Dalam bahasa Indonesia huruf [ʔ] (diwakilkan dengan huruf 'k') terdapat dalam kata-kata seperti bapak, rakyat, laksa atau bakso.
Ciri khas
Karakteristik konsonan dari konsonan letup celah-suara adalah:
Cara artikulasinya adalah oklusif, yang berarti diproduksi dari penyempitan saluran udara di jalur vokal. Karena konsonan ini merupakan konsonan lisan, dengan tidak adanya pengeluaran sengauan, aliran udara ditutup seluruhnya, dan konsonan ini merupakan konsonan letup atau hentian.
Fonasinya yakni bersuara, yang berarti pita suara bergetar saat artikulasinya.
Landau, Ernestina; Lončarić, Mijo; Horga, Damir; Škarić, Ivo (1999), "Croatian", Handbook of the International Phonetic Association: A guide to the use of the International Phonetic Alphabet, Cambridge: Cambridge University Press, hlm.66–69, ISBN0-521-65236-7
Roach, Peter (2004), "British English: Received Pronunciation", Journal of the International Phonetic Association, 34 (2): 239–245, doi:10.1017/S0025100304001768
Sivertsen, Eva (1960), Cockney Phonology, Oslo: University of Oslo Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
Thelwall, Robin (1990), "Illustrations of the IPA: Arabic", Journal of the International Phonetic Association, 20 (2): 37–41, doi:10.1017/S0025100300004266
Watson, Janet (2002), The Phonology and Morphology of Arabic, New York: Oxford University Press, ISBN0-19-824137-2 Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
Pranala luar
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Glottal stop.
Dalam satu sel tabel, simbol-simbol di sebelah kanan adalah bersuara, di sebelah kiri adalah tidak bersuara atau nirsuara. Petak-petak yang digelapkan menandakan penyebutan yang dianggap mustahil.
Dalam satu sel tabel, simbol-simbol di sebelah kanan adalah bersuara, di sebelah kiri adalah tidak bersuara atau nirsuara. Petak-petak yang digelapkan menandakan penyebutan yang dianggap mustahil.