Bahasa Wagiman terkenal di kalangan linguistik karena sistem morfologi verbalnya yang kompleks (masih belum banyak diteliti); memiliki kelas kata yang sangat jarang di antara bahasa-bahasa di dunia, yaitu koverba (kata atau imbuhan menyerupai verba yang digunakan secara bersamaan dengan verba lainnya); adanya gabungan kata kerja; serta kemampuannya untuk verbalisasi koverba secara produktif.
Bahasa Wagiman diperkirakan akan punah pada paruh waktu pertama abad ini, sebab generasi muda Wadjigan banyak yang hanya paham sedikit-sedikit akan bahasa ini, dan di antara mereka tidak ada sama sekali yang mampu bercakap dalam bahasa Wagiman.[9]
Catatan
↑"Wageman". Ethnologue (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-10.
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Wageman". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
Carrington, Lois, & Geraldine Triffitt. OZBIB: A Linguistic Bibliography of Aboriginal Australia and the Torres Strait Islands. Canberra: Australian National University. 1999.
Evans, Nicholas. Bininj Gun-Wok: A pan-dialectal grammar of Mayali, Kunwinjku and Kune. Volumes 1 and 2. Canberra: Pacific Linguistics. 2003. ISBN0-85883-530-4
Harvey, Mark. Western Gunwinyguan. In Nicholas Evans, ed. The non-Pama–Nyungan languages of northern Australia: comparative studies of the continent's most linguistically complex region, 285-303. Canberra: Pacific Linguistics, 2003. ISBN0-85883-538-X
Merlan, Francesa C. A Grammar of Wardaman: A Language of the Northern Territory of Australia. Berlin: Mouton de Gruyter, 1994. ISBN3-11-012942-6