Karya-karyanya sering dianggap sebagai tontonan yang blak-blakan tentang kondisi manusia modern. Di awal kariernya, ia menunjukkan kemampuan luar biasa dalam "meng-Amerikakan" gaya Teater Absurd, yang puncaknya dulu ada di karya-karya dramawan Eropa seperti Samuel Beckett, Eugène Ionesco, dan Jean Genet.
Di periode tengah kariernya, ia banyak menulis drama yang memahami kondisi psikologi orang dewasa, pernikahan, dan hubungan seksual. Para dramawan Amerika yang lebih muda seperti Paula Vogel mengakui bahwa perpaduan teatralitas dan dialog tajam ala Albee ikut membantu memperbaharui dunia teater Amerika setelah Perang Dunia, khususnya pada awal 1960-an.
Masa muda
Edward Albee lahir tahun 1928. Ayah kandungnya meninggalkan ibunya, Louise Harvey, dan dua minggu setelah lahir ia langsung ditempatkan untuk diadopsi. Ia dibawa ke Larchmont, New York, dan dibesarkan di sana.[2] Ayah angkatnya, Reed A. Albee, adalah anak kaya dari bos vaudeville terkenal bernama Edward Franklin AlbeeII, dan memiliki banyak teater. Ibu angkatnya, istri kedua Reed, Frances (Cotter), adalah seorang sosialita.[3][4] Di kemudian hari, Albee menjadikanbibunya sebagai inspirasi tokoh utama drama Three Tall Women (1991), karena hubungan mereka memang sulit dan penuh konflik.[5]
Albee sempat sekolah di Sekolah Pedesaan Rye, terus pindah ke Sekolah Lawrenceville di n
New Jersey yang kemudian mengusirnya.[3] Setelah itu ia dikirim ke Valley Forge Military Academy di Wayne, Pennsylvania, dan di situ pun ia dikeluarkan kurang dari setahun.[6] Lalu ia masuk Sekolah Choate (sekarang Choate Rosemary Hall) di Wallingford, Connecticut,[7] dan tamat pada tahun 1946. Saat itu ia sudah menarik perhatian dunia teater karena di tahun yang sama ia sudah nulis dan nerbitin sembilan puisi, sebelas cerpen, esai, satu drama panjang berjudul Schism, dan bahkan novel 500 halaman, The Flesh of Unbelievers (Horn, 1) pada tahun 1946. Ia lanjut sekolah formal ke Trinity College di Hartford, Connecticut, tapi dikeluarkan tahun 1947 karena sering bolos dan menolak ikut kebaktian wajib.[7]
Albee pergi dari rumah untuk selamanya ketika ia masih remaja. Di wawancara berikutnya, ia berkata: "Aku tak pernah merasa nyaman dengan orang tua angkatku. Sepertinya mereka tidak tahu cara menjadi orang tua. Aku juga mungkin tidak tahu cara menjadi anak mereka."[8] Di wawancara tahun 1994, "Ia berkata kalau ia pergi dari rumah di usia 18 karena ia merasa harus keluar dari lingkungan yang membuatnya sesak dan tidak berkembang."[5] Pada tahun 2008, ia memberitahu Charlie Rose bahwa ia sebenarnya "diusir" karena orang tuanya ingin ia menjadi "preman korporat" dan tidak setuju mengenai impiannya menjadi penulis.[9]
Kehidupan pribadi dan kematian
Albee adalah seorang gay dan menyatakan bahwa ia pertama kali menyadari hal tersebut pada usia dua belas setengah tahun.[10][11]
Saat remaja di Larchmont, Albee menjadi teman dekat Muir Weissinger Jr., yang lahir di Inggris, serta keluarganya. Albee, bersama orang-orang lain, memanggil Florence, ibu Muir, dengan sebutan "Mummy". Sementara itu, ibu Albee merasa bahwa putranya menghabiskan terlalu banyak waktu di rumah keluarga Weissinger. Albee pernah berpacaran dengan saudari Muir, Delphine, dan mengantarnya ke pesta melala-nya. Hubungan Albee dan Delphine berlangsung cukup lama dan intens; Albee bahkan mengatakan bahwa mereka "bertunangan secara tidak resmi". Albee tetap menjalin hubungan baik selama bertahun-tahun dengan Florence dan Muir Weissinger.[12]
Albee menegaskan bahwa ia tidak ingin dikenal sebagai "penulis gay". Dalam pidato penerimaan penghargaan dari Yayasan Sastra Lambda pada tahun 2011, ia mengatakan: "Penulis yang kebetulan gay atau lesbian harus mampu melampaui dirinya sendiri. Aku bukan penulis gay. Aku adalah penulis yang kebetulan gay."[13] Pasangan jangka panjangnya, Jonathan Richard Thomas, seorang pematung, meninggal pada 2 Mei 2005 akibat kanker kandung kemih. Mereka telah menjalin hubungan sejak 1971 sampai Thomas meninggal dunia. Albee juga pernah menjalin hubungan selama beberapa tahun dengan dramawan Terrence McNally pada 1950-an.[14]
Albee meninggal di rumahnya di Montauk, New York, pada 16 September 2016 dalam usia 88 tahun.[14][15][16]
Albee tinggal di sebuah loteng seluas 6.000 kaki persegi yang dulunya merupakan gudang keju di kawasan Tribeca, New York. Pada saat kematiannya, Albee memiliki koleksi luas yang terdiri atas karya seni rupa, benda-benda utilitarian, dan patung. Ia memiliki minat khusus pada karya seni yang diciptakan oleh kebudayaan pribumi di Afrika dan Oseania.[17]
↑Shulman, Randy (March 10, 2011). "Who's Afraid of Edward Albee?". Metro Weekly. Diarsipkan dari versi asli pada April 12, 2014.
↑Byrne, Chris (2006). "Edward Albee". Dalam Gerstner, David A. (ed.). Routledge International Encyclopedia of Queer Culture (dalam bahasa English) (Edisi 1). Routledge. hlm.35. ISBN9780415306515. Diakses tanggal July 5, 2022. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Gussow, Mel. Edward Albee: A Singular Journey: A Biography. Simon & Schuster (August 18, 1999) ISBN978-0684802787 p.44