Valentin Louis Georges Eugène Marcel Proust (10 Juli 1871–18 November 1922) adalah seorang penulis, novelis, dan kritikus sastra asal Prancis yang dianggap sebagai salah satu penulis paling berpengaruh pada abad ke-20. Karya utamanya, novel monumental À la recherche du temps perdu (Mencari Waktu yang Hilang), diterbitkan dalam tujuh bagian antara tahun 1913 dan 1927.[1]
Biografi
Proust lahir di Auteuil dari keluarga kelas menengah atas yang kaya. Ayahnya adalah seorang dokter ahli epidemiologi terkenal, sementara ibunya berasal dari keluarga Yahudi yang terpelajar. Sejak kecil, Proust menderita asma kronis yang sangat memengaruhi gaya hidupnya dan nantinya memaksa ia menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar kedap suara untuk menulis.[2]
Pemikiran dan Gaya Sastra
Pengaruh Henri Bergson
Proust memiliki hubungan intelektual yang mendalam dengan filsuf Henri Bergson. Pengaruh Bergson terlihat jelas dalam cara Proust mengeksplorasi tema waktu. Proust membedakan antara "ingatan sukarela" (intelijen) dan "ingatan tidak sukarela" (intuisi), yang sangat mirip dengan konsep durée (durasi) milik Bergson.[3]
Madeleine dan Ingatan Tidak Sukarela
Salah satu momen paling terkenal dalam sastranya adalah ketika tokoh utama mencelupkan kue madeleine ke dalam teh. Rasa kue tersebut memicu ledakan ingatan masa kecil yang selama ini terlupakan. Hal ini menjadi simbol bagi teori Proust bahwa masa lalu tidak dapat dipanggil kembali dengan usaha logika, melainkan melalui sensasi fisik yang membangkitkan intuisi.[1]
Karya Utama
Les Plaisirs et les Jours (Kesenangan dan Hari-hari, 1896)
À la recherche du temps perdu (Mencari Waktu yang Hilang, 1913–1927)
Pastiches et Mélanges (1919)
Referensi
12Tadié, J. (2023). "Marcel Proust". Encyclopedia Britannica.
↑White, E. (1999). Marcel Proust: A Life. Penguin Books.
↑Ansell-Pearson, K. (2018). Bergson: Thinking Backwards. Cambridge University Press.