Pengalaman organisasi
Ia mulai aktif berorganisasi saat mahasiswa dengan menjadi aktivis dan dipercaya menjadi Presiden BEM IAIN STS Jambi pada kurun waktu 2003–2004. Sebelumnya ia juga menjadi Ketua Umum IPQOH IAIN STS Jambi pada tahun 2002 hingga 2003, serta Menteri Seni, Budaya, dan Olahraga BEM IAIN STS Jambi 2002–2003. Ia juga dikenal bisa dipercaya dalam mengelola keuangan sehingga diangkat menjadi Bendahara Umum HMI Cabang Jambi 2001–2002. Ia kembali dipercaya menjadi Kabid KU HMI Cabang Jambi pada periode 2002–2003. Ia juga menjadi Ketua Umum PD Baitul Muslimin Indonesia Provinsi Jambi pada tahun 2007–2012.
Kemudian ia mulai merambah organisasi olahraga dengan menjadi Ketua Umum Pengprov Percasi (Catur) Jambi pada tahun 2012–2016. Ia juga dipercaya sebagai Ketua KONI Provinsi Jambi 2011–2012, serta menjadi Manajer Bola Voli Madani Utama pada tahun 2003–2008.
Karier politik
Menjadi presiden mahasiswa adalah bagian dari latar belakang Edi Purwanto untuk terjun ke dunia politik. Ia menyebut bahwa menjadi presiden mahasiswa banyak yang dilihat dan dirinya merasa harus tampil. Pada 2005 dirinya bergabung ke PDI Perjuangan dan mendapat kepercayaan untuk menjadi Wakil Ketua PDI Perjuangan Provinsi Jambi. 5 tahun menjadi Wakil Ketua, pada tahun 2010, ia mendapat mandat menjadi Sekretaris PDI Perjuangan Provinsi Jambi.
Pada pemilu 2014, Edi sempat nyaleg dan menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi. Namun partai menugaskan untuk ikut kontestasi Pilkada pada pemilihan gubernur, dirinya mundur dan sebagai pendamping Hasan Basri Agus. Setelah melalui orientasi calon kepala daerah di DPP PDI-P sebagai satu-satunya calon dari Jambi, Megawati Soekarnoputri memutuskan langsung bahwa Edi Purwanto akan menjadi pasangan Hasan Basri Agus.[7] Pendaftaran pasangan ini ke KPU Provinsi Jambi sangat unik karena menaiki sado dan diiringi 2.783 orang dan 100 kendaraan.[8] Tepat pada 2015, di usia yang masih sangat muda, 34 tahun ia menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi. Kepercayaan yang diberikan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menjadi amanah besar bagi Edi Purwanto untuk mengawal PDI Perjuangan di Jambi.
Pada 2019, dibawah kepemimpinan Edi Purwanto sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, untuk pertama kalinya PDI Perjuangan menang di Jambi. Ia mendapat amanah untuk duduk sebagai pimpinan atau Ketua DPRD Provinsi Jambi.[9]
Pada saat menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Jambi, ada gebrakan yang dilakukan oleh Edi Purwanto yakni menjadi satu-satunya pimpinan DPRD Provinsi yang membentuk Pansus Konflik Lahan dan berhasil menyelesaikan beberapa kasus konflik lahan di Provinsi Jambi. Salah satu konflik lahan yang berhasil diselesaikan adalah konflik lahan antara Suku Anak Dalam (SAD) 113 dengan PT Berkah Sawit Utama (BSU) yang sudah terjadi hampir 37 tahun.[10]
Pansus Konflik Lahan menjadi yang pertama di Indonesia dan diakui bahwa dibawah kepemimpinan Edi Purwanto, DPRD Provinsi Jambi menjadi DPRD pertama yang memiliki inisiatif untuk menyelesaikan konflik lahan di daerah secara paripurna. Atas inisiatif ini, Pansus Konflik Lahan mendapat apresiasi dari Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto. Bahkan konsep dan keberhasilan ini menjadi role model Kementerian ATR/BPN dalam penyelesaian di berbagai daerah di Indonesia.[11]