Daftar tokoh Makassar berikut ini memuat nama tokoh-tokoh yang berasal dari etnis Makassar serta yang secara genetis berdarah Makassar, baik yang lahir di Sulawesi Selatan maupun di perantauan. Daftar ini bukanlah tokoh non-etnis Makassar (seperti Bugis, Toraja, Mandar, Duri, dll) yang lahir di Kota Makassar. Kemungkinan pada daftar tokoh ini terdapat pula di daftar tokoh Bugis karena adanya hubungan darah pernikahan antar etnis.
Di Malaysia, turunan etnis Makassar berasal dari Pekan, Pahang. Najib Razak sendiri merupakan turunan Bangasawan Gowa. Nama Tun Abdul Razak diabadikan sebagai nama jalan di Kabupaten Gowa. Namun, di Malaysia, orang Makassar digeneralisasi sebagai orang Bugis dan kebanyakan dari mereka tak dapat membedakannya.
Perangkat pemantau ini bisa digunakan untuk melihat perubahan terbaru dari artikel-artikel yang terkait dengan halaman ini. Jika pembaca melihat artikel tokoh di Wikipedia bahasa Indonesia yang semestinya masuk ke dalam daftar ini, silakan sunting halaman ini dan masukkan nama tokoh tersebut berikut keterangan dan pranalanya.
Syamsi Ali, imam di Islamic Center of New York dan direktur Jamaica Muslim Center
Akademisi, ilmuwan, dan ahli
Dr.Kaharuddin Djenod, M.Eng Daeng Manyambeang, lahir di Surabaya pada 14 Maret 1971 [52 tahun]. Putra pasangan Otjan Daud Djenod Daeng Malladja dan Roseline Daud.
Marsekal MudaTNI (Purn.)Zainuddin Sikado Daeng Mattawang. Lahir di Bontonompo, Gowa 1 Desember 1936 dan wafat 16 November 2017. Putra dari pasangan Sikado Daeng Nai dan Haisah Daeng Kena. Sebagai Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I dari tahun 1990-1991, Direktur Jenderal Perhubungan Udara dari tahun 1991 hingga 1998.
KolonelTNI AL (Purn.)Hamzah Daeng Tuppu, lahir di Borongcalla, desa Bontosunggu Galesong Selatan, Kabupaten Takalar 20 Agustus 1920. Putra kedua dari pasangan Sayyid Daeng Ngempo dan Tallasa Daeng Rannu. Pejuang dan salah seorang perintis berdirinya Angkatan Laut Republik Indonesia.
Andi Ramang, lahir pada tahun 1924 di Barru, Sulawesi Selatan seorang pemain sepak bola Indonesia dari PSM Makassar yang terkenal pada tahun 1950-an dan dikenal dengan julukan Si Kancil. Dia secara luas dianggap oleh para ahli sepak bola Indonesia dan mantan pemain sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Muhammad Rahmat, asal Takalar. Pesepak bola, telah bermain 11 tahun bersama PSM Makassar dan sekarang bermain untuk Bali United di Liga 1 Indonesia musim 2020.
Syaiful Syamsuddin, asal Takalar. Pesepak bola yang bermain untuk PSM Makassar di Indonesia Soccer Championship A.
Hasan Husein, asal Takalar. Pesepak bola yang bermain untuk Babel United FC di Liga 2 2020.
Iqbal Samad, asal Gowa. Pesepak bola yang bermain untuk Persiba Balikpapan di Indonesia Soccer Championship A.
Tamsil Sijaya, asal Gowa. Pesepak bola bermain untuk Persijap Jepara di Liga 2.
Syamsul Chaeruddin, asal Gowa. Pesepak bola, mantan pemain timnas U-23 Indonesia.
dr. Wahidin Soedirohoesodo, merupakan turunan Karaeng Naba (Jawa: Kraeng Nobo), seorang bangsawan Gowa yang migrasi bersama dengan Karaeng Galesong. Salah satu pahlawan nasional yang menginspirasi pergerakan nasional di Indonesia. Namanya kemudian diabdikan Rumah Sakit Umum Pusat dr. Wahidin Sudirohusodo di Jl.Perintis Kemerdekaan Kota Makassar.
Asriady Arasy ST. Daeng Sijarra, asal Gowa. Anggota DPRD Kabupaten Gowa Periode 2014-2019 sekaligus Ketua Komisi IV yang membidani Pendidikan, Kesehatan, dan Pariwisata dari Partai Demokrat.
Tumapa'risi' Kallonna, Karang Gowa awal, yang berkuasa dari sekitar 1511 sampai akhir 1546, dan penguasa pertama yang dideskripsikan secara mendetil dalam Hikayat Gowa.
Karaeng Galesong, I Kare Tojeng, asal Galesong, Takalar. Seorang laksamana angkatan laut Kesultanan Gowa yang terus melakukan peperangan di laut melawan VOC bahkan setelah Perjanjian Bongaya 1667 ditandatangani.
Mohamed Nizar Razak bin Tun Abdul Razak saudara kandung dari Najib Tun Razak adalah seorang eksekutif perbankan asal Malaysia. Ia adalah Kepala CIMB Group, yang merupakan salah satu penyedia layanan keuangan terbesar di Malaysia dan ASEAN. Ia menjabat sebagai CEO grup tersebut dari 1999 sampai 2014. Pernah berkunjung ke Kampung leluhurnya pada April 2013 di Ballaʼ Lompoa, Sungguminasa, Somba Opu, Gowa.