Dari kiri ke kanan, atas ke bawah: Lanskap di Sinjai Utara dan dari kejauhan terlihat perairan Teluk Bone, Sudut kota di Kabupaten Sinjai, Lanskap dari puncak Gunung Perak di Sinjai Barat, Taman Purbakala Batupake Gojeng, Stadion H. Andi Bintang, Pulau Larearea, Pulau Kanalodua, Panorama alam di Bulu Lanceng Desa Baru, Hamparan Persawahan Desa Baru, Sungai Bihulo, Air terjun Laliako
Kata Sinjai berasal dari kata "sijai" dalam bahasa Bugis yang berarti disatukan oleh jahitan. sedangkan kata Sinjai dari bahasa suku Makassar yang artinya “sama banyak”,[7] di kabupaten tersebut terdapat pula desa bernama "Sanjai"
Geografi
Secara geografis Kabupaten Sinjai terletak pada titik 5°2'56" - 5°21'16" Lintang Selatan dan 119°56'30" - 120°25'33" Bujur Timur. Kabupaten Sinjai terletak di bagian pantai timur Provinsi Sulawesi Selatan yang berjarak sekitar 223km dari Kota Makassar. Luas wilayahnya berdasarkan data yang ada sekitar 819,96km2 (81.996 ha).
Sepanjang tahun, Kabupaten Sinjai termasuk daerah beriklim sub tropis, yang mengenal dua musim, yaitu musim hujan pada periode April–Oktober, dan musim kemarau yang berlangsung pada periode Oktober–April. Selain itu, menurut Schmidt dan Fergusson ada tiga tipe iklim yang terjadi dan berlangsung di wilayah ini, yaitu iklim tipe B2, C2, D2 dan tipe D3.
Zona dengan iklim tipe B2 di mana bulan basah berlangsung selama 7 - 9 bulan berturut – turut, sedangkan bulan kering berlangsung 2–4 bulan sepanjang tahun. Penyebarannya meliputi sebagian besar wilayah Kecamatan Sinjai Timur & Sinjai Selatan .
Zona dengan iklim tipe C2, dicirikan dengan adanya bulan basah yang berlangsung antara 5–6 bulan, sedangkan bulan keringnya berlangsung selama 3–5 bulan sepanjang tahun. Penyebarannya meliputi sebagian kecil wilayah Kecamatan. Sinjai Timur, Sinjai Selatan dan Sinjai Tengah.
Zona dengan iklim tipe D2, mengalami bulan basah selama 3 – 4 bulan & bulan keringnya berlangsung selama 2 – 3 bulan. Penyebarannya meliputi wilayah bag. Tengah Kabupaten Sinjai, yaitu sebagian kecil wilayah Kecamatan Sinjai Tengah, Sinjai Selatan dan Sinjai Barat.
Zona dengan iklim tipe D3, bercirikan dengan berlangsungnya bulan basah antara 3–4 bulan, dan bulan kering berlangsung antara 3–5 bulan. Penyebarannya meliputi sebagian wilayah Kecamatan Sinjai Barat, Sinjai Tengah dan Sinjai Selatan.
Dari keseluruhan type iklim yang ada tersebut, Kabu paten Sinjai mempunyai curah hujan berkisar antara 2.000 - 4.000mm / tahun, dengan hari hujan yang bervariasi antara 100 – 160 hari hujan / tahun. Kelembapan udara rata-rata, tercatat berkisar antara 64 - 87 persen, dengan suhu udara rata-rata berkisar antara 21,1oC - 32,4oC.
Demografi
Bahasa
Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kabupaten Sinjai adalah bahasa Indonesia. Menurut Statistik Kebahasaan 2019 oleh Badan Bahasa, mayoritas penduduk di Kabupaten Sinjai[8] menggunakan bahasa Bugis (khususnya dialek Sinjai).[9] Sedangkan bahasa Makassar dialek Konjo dituturkan di kecamatan Sinjai Barat, Sinjai Borong, Sinjai Selatan Sinjai Tengah.[10]
Kabupaten Sinjai terdiri dari 9 kecamatan, 13 kelurahan, dan 67 desa. Pada tahun 2017, kabupaten ini memiliki luas wilayah 798,96 km² dan jumlah penduduk sebesar 255.853 jiwa dengan sebaran penduduk 320 jiwa/km².[12][13]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Sinjai, adalah sebagai berikut:
Jumlah penduduk Kabupaten Sinjai tahun 2014 sebanyak 236.497 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 3,3 persen dari hasil Sensus Penduduk 2010 yang berjumlah 228.879 jiwa. Sedangkan kepadatan penduduknya 288 jiwa/km² dengan KecamatanSinjai Utara merupakan daerah terpadat penduduknya dengan 1.471 jiwa/km² dan KecamatanBulupoddo merupakan daerah terjarang penduduknya dengan 158 jiwa/km². Sebanyak 99% penduduk Kabupaten Sinjai memeluk agama Islam. Berikut adalah penduduk Kabupaten Sinjai, per Kecamatan Tahun 2014:
Jumlah penduduk, luas wilayah, desa dan kelurahan di Kabupaten Sinjai tahun 2014[14]
Pertanian yang menonjol dari kabupaten Sinjai adalah lada dan coklat. Lada tumbuh hampir di semua kecamatan kecuali di kecamatan Pulau Sembilan. Luas areal tanamnya mencapai 3.249 hektare dengan jumlah produksi 2.380 per tahun. Sedangkan coklat atau kakao tumbuh hampir di semua kecamatan dengan luas area tanam 4.178 hektare dan hasil panen per tahun mencapai 2.129 ton. Sinjai mengkespor coklat-coklat ini ke Eropa.[15]