Cynegils (pelafalan dalam bahasa Old English:[ˈkynejiɫs]) adalah Raja Wessex dari ca611–ca642. Cynegils secara tradisional dianggap sebagai Raja Wessex, meskipun kerajaan-kerajaan Heptarkhia belum sepenuhnya terbentuk dari kumpulan wilayah kerajaan kecil pada masa hidupnya.[2] Kerajaan Wessex di kemudian hari berpusat di wilayah Hampshire, Dorset, Somerset, dan Wiltshire, tetapi bukti dari Kronik Anglo-Sakson menunjukkan bahwa wilayah kerajaan Cynegils sebenarnya terletak di hulu Sungai Thames, membentang hingga Wiltshire utara dan Somerset, Gloucestershire selatan, Oxfordshire, Berkshire barat, dengan Dorchester-on-Thames sebagai salah satu situs utama kerajaan. Wilayah ini, yang kemungkinan terhubung dengan kelompok suku awal yang dikenal sebagai Gewisse—istilah yang digunakan oleh Beda untuk menyebut bangsa Saxon Barat—terletak di perbatasan antara Kerajaan Wessex dan Mercia di masa depan.[3]
Sama seperti beberapa anggota wangsa penguasa Wessex lainnya (termasuk Cerdic, Ceawlin, dan Cædwalla), asal-usul etimologi untuk nama Cynegils diduga berasal dari bahasa Kelt dan bukannya Jermanik, dengan arti harfiah 'anjing abu-abu'.[4]
Silsilah
Tampaknya Cynegils menjadi raja setelah kematian Raja Ceolwulf ca611. Hubungannya dengan Ceolwulf tidak dapat dipastikan. Dalam berbagai sumber Saxon Barat, Cynegils digambarkan secara berbeda-beda sebagai putra Ceolwulf, putra Ceol (saudara laki-laki Ceolwulf), putra Ceola (putra Cutha), putra Cuthwine (putra Ceawlin), atau putra Cuthwulf (putra Cuthwine). Beberapa sumber menyebutkan Cynegils memiliki seorang saudara laki-laki bernama Ceolwald, yang digambarkan sebagai kakek dari Raja Ine.[5] Meskipun Kronik Anglo-Sakson dan daftar raja Wessex menggambarkan Saxon Barat diperintah oleh seorang raja tunggal, kekuasaan kerajaan tersebut kemungkinan besar dibagi di antara dua raja atau lebih.[6]
Kronik Anglo-Sakson untuk tahun 611 menyatakan: "Tahun ini Cynegils meneruskan pemerintahan di Wessex, dan memegangnya selama tiga puluh satu musim dingin. Cynegils adalah putra Ceol, Ceol putra Cutha, Cutha putra Cynric."[7] Bertolak belakang dengan catatan sederhana ini, entri di bawah tahun 614 menyatakan bahwa "Tahun ini Cynegils dan Cwichelm bertempur di Beandun,[8] dan menewaskan dua ribu empat puluh enam orang Wales." Demikian pula, Beda menulis bahwa upaya pembunuhan Raja Edwin dari Northumbria pada tahun 626 diperintahkan oleh Cwichelm, raja Saxon Barat.[9] Apakah Raja Cwichelm tahun 614 adalah orang yang sama dengan raja dari akhir tahun 620-an, dan apakah orang ini sama dengan Cwichelm yang dibaptis serta meninggal ca636, masih diperdebatkan. Beberapa sejarawan menduga Cwichelm sebagai putra Cynegils.[10]
Pada tahun 628, Cynegils dan Cwichelm bertempur melawan Raja Penda di Cirencester. Kronik Anglo-Sakson biasanya akan melaporkan kemenangan jika mereka menang, tetapi nyatanya tidak, sehingga Penda kemungkinan besar keluar sebagai pemenang.[11] Cynegils and Cwichelm tampaknya telah tunduk kepada Edwin dari Northumbria pada masa ini, dengan membayar upeti yang sangat besar sejumlah seratus ribu hide jika konsep Nick Higham mengenai asal-usul Tribal Hidage benar.[12]
Pembaptisan
Pada dekade 630-an, Uskup Birinus mendirikan pusat kedudukannya di Dorchester, dan baik Cynegils maupun Cwichelm dikabarkan telah dibaptis dengan Raja Oswald dari Northumbria sebagai ayah baptis mereka. Raja Saxon Barat lainnya yang bernama Cuthred (meninggal ca611), juga muncul pada masa ini. Oswald menikahi seorang putri Cynegils pada masa ini. Namanya tidak tercatat dalam sumber-sumber awal, tetapi Reginald dari Durham menyebutnya Kyneburga (Cyneburg).[13] Misi keagamaan ini tampaknya memberikan sedikit dampak jangka panjang karena putra Cynegils, Cenwalh, baru dibaptis pada tahun 646 menurut Kronik, setelah ia diusir dari kerajaannya oleh Penda.[14]
Kematian
Peti jenazah di Katedral Winchester yang konon menyimpan jasad Cynegils. Peti ini berisi tulang-belulang dari beberapa individu karena isi dari peti ini dan peti jenazah lainnya sempat berserakan selama Perang Saudara Inggris.[15]
Tanggal kematian Cynegils tidak diketahui secara pasti. Beda hanya menyatakan bahwa ia diteruskan oleh putranya, Cenwalh.[16] Berbagai versi Kronik mencatat tahun 641 (manuskrip B, C, dan E) atau 643 (manuskrip A, G) sebagai tahun naik takhtanya Cenwalh. Banyak literatur yang mengikuti analisis Dumville (1985), dengan asumsi bahwa variasi tahun tersebut merupakan akibat dari kekeliruan juru tulis dari yang seharusnya tahun 642, yang mana tahun ini akan cocok dengan keterangan lama masa pemerintahan Cynegils selama 31 tahun.[17]
Anak-anak
Selain Cenwalh dan putri yang menikah dengan Oswald, Cynegils dikabarkan memiliki seorang putra bernama Cwichelm, yang mungkin merupakan orang yang sama atau berbeda dengan sosok raja yang dikaitkan dengan nama Cynegils dalam sejarah. Ada pula yang menyebutkan bahwa Raja Centwine adalah putra dari Cynegils, tetapi terdapat bukti tidak langsung yang kuat bahwa identifikasi hubungan keluarga ini merupakan rekaan di kemudian hari.[18]
↑Kerajaan Kent mungkin menjadi pengecualian. S.E. Kelly, "Kent, Kingdom of", dalam M. Lapidge et al. (eds), The Blackwell Encyclopedia of Anglo-Saxon England; D.P. Kirby, The Earliest English Kings, hlm. 30ff.; Ann Williams, Kingship and Government in Pre-Conquest England, c.500–1066, hlm. 5ff.; Barbara Yorke, Kings and Kingdoms of Early Anglo-Saxon England, hlm. 25ff.
↑Kirby, hlm. 48ff.; Yorke, hlm. 135–137; Barbara Yorke, "Gewisse", dalam M. Lapidge et al.; Barbara Yorke, "Wessex", dalam M. Lapidge et al., dalam M. Lapidge et al.
↑Roberts, Alice (2022-05-26). Buried: An alternative history of the first millennium in Britain (dalam bahasa Inggris). London: Simon and Schuster. hlm.253. ISBN978-1-3985-1004-3.
↑Kirby, lampiran, gambar 4; lihat juga Yorke, hlm. 133–134.
↑Sarah Zaluckyj, Mercia: The Anglo-Saxon Kingdom of Central England, hlm. 28 dan 102.
↑N.J. Higham, An English empire: Bede and the early Anglo-Saxon kings, hlm. 74ff.; tetapi lihat juga John Blair, "Tribal Hidage", dalam M. Lapidge et al.
↑D.N. Dumville (1985), "The West Saxon Genealogical Regnal List and the Chronology of Early Wessex", Peritia4 21–66 DOI:10.1484/J.Peri.3.96, hlm. 40; senada dengan E. B. Pryde dan D. E. Greenway (1996), Handbook of British Chronology, edisi ke-3 yang direvisi, Cambridge University Press, hlm. 22; PASE s.v. "Cynegils 1"; Barbara Yorke (2004), "Cynegils" dan "Cenwalh", Oxford Dictionary of National Biography
↑Kirby, hlm. 53, mencatat bahwa Aldhelm sama sekali tidak menyebut nama Cynegils. Penyebutan ini seharusnya ada sebagai Raja Saxon Barat pertama yang memeluk Kristen jika ia memang benar merupakan kakek dari Abdis Bugga (putri Centwine), sosok yang menjadi tujuan dari puisi yang digubah oleh Aldhelm tersebut.