Pendidikan
Boentaran Martoatmodjo menerima pendidikan dasar dan menengah di Jawa Tengah, dan kemudian mengenyam pendidikan tinggi Diploma di STOVIA di Batavia hingga tahun 1918. Hingga tahun 1928, Boentaran mengemban tugas sebagai dokter dalam pemerintahan kolonial Hindia Belanda, salah satunya adalah ikut menangani wabah kolera yang sedang terjadi di Kalimantan pada awal dekade 1920-an.[2] Boentaran kemudian mengikuti ekspedisi ke "Curah Brem-Brem" di Sungai Bulungan (Sungai Kayan) melalui Tanjung Selor, Kalimantan Utara.[3]
Pada tahun 1928, Boentaran mengenyam pendidikan lanjutan dalam bidang kedokteran di Universitas Leiden setelah mendapatkan beasiswa. Boentaran juga aktif dalam Perhimpunan Indonesia dan berkenalan dengan beberapa anggota PI seperti Achmad Soebardjo, Iwa Koesoemasoemantri, dan Soekiman Wirjosandjojo. Setelah lulus dengan gelar Doctor in de Geneeskundig pada tahun 1931, Boentaran kembali ke Hindia dan melanjutkan kiprahnya dalam bidang kesehatan.