Lokasi Karesidenan Bagelen pada Abad 19 Saat itu Ibukota Residen Bagelen (bulatan merah) berada di Karanganyar, Kebumen sebelum berpindah kembali ke Purworejo.
Keresidenan Bagelen merupakan bekas keresidenan di wilayah Jawa Tengah pada masa Hindia Belanda. Keresidenan ini dibentuk pada 27 September 1830, setelah kekalahan penduduk Jawa pada Perang Jawa dari tahun 1825 hingga 1830, yang berakibat daerah ini dianeksasi oleh pemerintah kolonial Belanda. Wilayah ini bertahan dari 1830 hingga 1901, kemudian bergabung dengan Keresidenan Kedua. Pada tahun 1928, wilayah Bagelen ditingkatkan lagi menjadi Keresidenan hingga tahun 1931.[2]
Pembagian administratif
Keresidenan ini awalnya terbagi menjadi 4 afdeling, kemudian menjadi 5 afdeling setelah pemekaran afdeling, yakni:[3][4]
Keresidenan Bagelen dipimpin oleh seorang Residen yang ditunjuk oleh Pemerintah Hindia Belanda. Secara kesuluruhan, sebanyak 23 residen yang pernah memimpin Keresidenan Bagelen. Jacob Willem Hendrik Smissaert merupakan pejabat residen pertama yang menjabat pada 1830. Pieter Merkus Lambertus de Bruijn Prince merupakan pejabat terakhir sebelum bergabung dengan Keresidenan Kedu untuk kali pertama pada 1901.
Jan Scipio de Kanter menjabat sebagai residen ketika wilayah keresidenan Bagelen dimekarkan lagi pada 1928, kemudian Henri Helenius de Cock menjadi pejabat terakhir Keresidenan sebelum bergabung kembali dengan Keresidenan Kedu untuk kedua kalinya pada tahun 1931.[5]