Antiintelektualisme adalah bentuk diskriminasi yang berupa rasa ketidakpercayaan dan kebencian terhadap segala hal yang berhubungan dengan intelek, intelektual, dan intelektualisme. Bentuk umum dari antiintelektualisme dapat berupa kebencian terhadap pendidikan dan filsafat serta penolakan berlebihan terhadap seni, sastra, sejarah, dan sains sebagai kegiatan manusia yang tidak praktis, memiliki motif politik, dan hina.[1] Pihak antiintelektualisme menampilkan diri mereka (dan sering kali dianggap oleh masyarakat banyak) sebagai pembela populis yang menentang elitisme dalam politik dan akademisi, serta cenderung melihat orang-orang terpelajar sebagai status sosial yang mendominasi wacana politik dan pendidikan tinggi, tetapi tidak memiliki kepedulian dalam berhubungan dengan masalah-masalah rakyat biasa.[1]