"Pengoreksian politik" merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bahasa,[1][2][3] kebijakan,[4] atau tindakan dengan tujuan untuk menghindari pelanggaran atau kerugian bagi anggota kelompok tertentu dalam masyarakat.[5][6][7] Sejak akhir 1980-an, istilah ini dipergunakan untuk menggambarkan pilihan bahasa inklusif dan penghindaran bahasa atau perilaku yang dapat dianggap sebagai pengucilan atau penghinaan terhadap kelompok orang yang kurang beruntung atau didiskriminasi, khususnya kelompok yang berdasarkan etnis, jenis kelamin, gender, orientasi seksual, atau disabilitas. Dalam wacana publik dan media,[4][8][9] istilah ini umumnya digunakan sebagai kata yang merendahkan dengan implikasi bahwa kebijakan-kebijakan tersebut berlebihan atau tidak beralasan.[10][11]