Pada umumnya, ini sangat berkaitan dengan peperangan Kemerdekaan Meksiko dan Amerika Serikat, dan perjuangan atas teritorial Barat Daya yang sempat dipegang Spanyol melalui pendirian bangunan misi-misi Katolik. Ini kemudian berujung pada perang antara dua negara tersebut dan kekalahan Meksiko yang mengalami kehilangan teritorial yang besar. Pada abad ke-20, sentimen anti-Meksiko makin berkembang setelah insiden Telegram Zimmermann antara pemerintah Meksiko saat Revolusi Meksiko dan Kekaisaran Jepang saat Perang Dunia I,.[1] Kebanyakan, sentimen anti-Meksiko di AS ditimbulkan dari pengecaman atas warga Meksiko terhadap imigrasi ilegal.