Berisi kisah peperangan Daud dengan Isyboset bin Saul yang berakhir dengan kematian Isyboset.
Waktu
Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi pada masa pemerintahan raja Daud atas Yehuda dan akhir pemerintahan raja Isyboset putra Saul, sekitar tahun 1000 SM.
Yonatan, anak Saul, mempunyai seorang anak laki-laki, yang cacat kakinya. Ia berumur lima tahun, ketika datang kabar tentang Saul dan Yonatan dari Yizreel. Inang pengasuhnya mengangkat dia pada waktu itu, lalu lari, tetapi karena terburu-buru larinya, anak itu jatuh dan menjadi timpang. Ia bernama Mefiboset. (TB)[3]
Kepala Isyboset itu dibawa mereka (Rekhab dan Baana) kepada Daud di Hebron dan mereka berkata kepada raja: "Inilah kepala Isyboset, anak Saul, musuhmu itu, yang ingin mencabut nyawamu; TUHAN pada hari ini telah membiarkan tuanku raja mengadakan pembalasan atas Saul dan atas keturunannya." (TB)[4]
Pembunuh-pembunuh Isyboset adalah Rekhab dan Baana, keduanya anak Rimon, orang Benyamin dari Beerot. Penobatan Daud menjadi raja merupakan peristiwa berdarah, termasuk perang di antara suku-suku dan banyak taktik politik—yang semuanya menggambarkan mengapa kehendak Allah yang sempurna bagi Israel bukanlah seorang raja manusiawi (1 Samuel 8:5–7,19–22).[5]
Ayat 10
[Daud berkata:] "Ketika ada orang yang membawa kabar kepadaku demikian: Saul sudah mati! dan memandang dirinya sebagai orang yang menyampaikan kabar baik, maka aku menangkap dan membunuh dia di Ziklag, dan dengan demikian aku memberikan kepadanya upah kabarnya;" (TB)[6]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857