Berisi kisah bagaimana Daud mendengar berita kematian raja Saul dan 3 putranya, termasuk Yonatan bin Saul, sahabat karib Daud, kemudian catatan tentang ratapan Daud atas kematian mereka.
Waktu
Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi di awal pemerintahan raja Daud atas Yehuda dan permulaan pemerintahan raja Isyboset putra Saul, sekitar tahun 1005 SM.
Isyboset bin Saul berumur empat puluh (40) tahun pada waktu ia menjadi raja atas Israel dan ia memerintah dua (2) tahun lamanya. Hanyalah kaum Yehuda yang mengikuti Daud.[3]
Ayat 11
Dan lamanya Daud memerintah di Hebron atas kaum Yehuda adalah (7) tahun dan enam (6) bulan..[4]
Pasal 2 sampai pasal 4:12 mengisahkan penempatan Daud sebagai raja atas Yehuda dan perang saudara dengan Isyboset, putra dan pengganti Saul sebagai raja atas suku-suku Israel yang lain (2 Samuel 2:8–11). Tujuh setengah tahun kemudian Daud menjadi raja atas seluruh bangsa (2 Samuel 5:1–5). Mungkin dalam pasal Mazmur 18:1–51 Daud merayakan kelepasannya dari semua musuhnya pada saat ini (bandingkan 1 Samuel 30:1–31 yang menguraikan kemenangan lain menjelang kematian Saul dan penobatan Daud). Daud tidak tergesa-gesa untuk menguasai seluruh bangsa itu. Ia meminta dari petunjuk Tuhan (2 Samuel 2:1) dan bersedia menjadi raja atas satu suku hingga Allah membuka pintu baginya untuk menjadi raja atas seluruh Israel.[5]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857