Berisi riwayat Daud setelah menjadi raja atas seluruh Israel, terutama perbuatannya atas permohonan orang Gibeon dan peperangannya dengan orang Filistin.
Pasal ini sampai pasal 24 berisi kisah-kisah pelengkap yang berkaitan dengan masa pemerintahan Daud. Kisah-kisah itu tidak disajikan sesuai dengan urutan peristiwa; sebaliknya kisah-kisah itu merupakan lampiran dari 1 dan2 Samuel. Beberapa peristiwa yang tercantum terjadi pada bagian awal pemerintahan Daud.[3]
Waktu
Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi pada masa pemerintahan raja Daud setelah bertahta di Yerusalem, sekitar tahun 1000-960 SM.
Struktur
Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):
Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: "Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon."[4]
Yosua bin Nun dan Israel telah mengikat suatu perjanjian dengan orang Gibeon bahwa mereka tidak akan dibunuh sebagaimana halnya suku Kanaan lainnya (Yosua 9:15–21). Rupanya Saul telah melanggar sumpah ini (2 Samuel 21:2). Melanggar sumpah merupakan suatu pelanggaran serius terhadap hukum Allah (Bilangan 30:1–2). Dalam istilah "melekat hutang darah" tersirat bahwa anak-anak Saul telah ikut berperan dalam membunuh orang-orang Gibeon (2 Samuel 21:8; 2 Samuel 21:14).[3]
Ayat 14
Lalu dikuburkan bersama-sama tulang-tulang Saul dan Yonatan, anaknya, di tanah Benyamin, di Zela, di dalam kubur Kish, ayahnya.
Orang melakukan segala sesuatu yang diperintahkan raja, maka sesudah itu Allah mengabulkan doa untuk negeri itu.[5]
Setelah kematian tujuh keturunan Saul (2 Samuel 21:8–9), Allah kembali menjawab doa umat-Nya (lihat Yosua 7:1–8:35). Nas ini juga menunjukkan bahwa ketujuh orang ini ikut terlibat dalam pembunuhan orang Gibeon; dalam kasus di mana anak-anak tidak ikut berperan dalam dosa ayah, mereka tidak dapat dihukum (lihat Ulangan 24:16; 2 Raja–raja 14:6; Yehezkiel 18:1–4,14–17).[3]
Ayat 19
Dan terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin, di Gob; Elhanan bin Yaare-Oregim, orang Betlehem itu, menewaskan Goliat, orang Gat itu, yang gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun.[6]
bahasa Indonesia: "lalu ditewaskannyalah Elhanan bin Yair Lahmi, saudara Goliat"
Kata-kata bergaris bawah tersebut menunjukkan hubungan dengan Goliat, di mana versi yang lebih tua (2 Samuel 21) mencantumkan hanya kata "’êṯ" yang dapat diterjemahkan sebagai "bersama dengan; berkerabat dengan", sedangkan versi yang lebih baru (1 Tawarikh 20) menggunakan kata "’ă·ḥî" yang bermakna "saudara laki-laki". Jadi yang dibunuh oleh Elhanan adalah saudara laki-laki Goliat, sedangkan Goliat sebelumnya telah dibunuh oleh Daud (dicatat di 1 Samuel 17).[8][9]
Ayat 22
Keempat orang ini termasuk keturunan raksasa di Gat; mereka tewas oleh tangan Daud dan oleh tangan orang-orangnya.[10]
Dalam 1 Samuel 17:40 dicatat bahwa "Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya." Rupanya sudah diketahui bahwa ada lagi 4 orang raksasa lain di Gat, kota asal Goliat, sehingga Daud bersiap-siap seandainya mereka berlima maju bersama-sama.[11]
Frasa "termasuk keturunan raksasa" diterjemahkan dari bahasa Ibrani:ילדו להרפהcode: he is deprecated , yu·lə·ḏū lə·hā·rā·p̄āh, yang makna harfiahnya "dilahirkan dari orang Rapa (bahasa Inggris:Raphacode: en is deprecated , bentuk jamak: Rephaim)". Orang-orang Rapa ini dikenal bertubuh besar, dan pernah disebutkan sebelumnya dalam bagian Alkitab lain.[12]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
123The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.