| Tahun |
Penerima |
Kewarganegaraan |
Pencapaian |
| 2016 |
Dr. Maria Andrade Dr. Robert Mwanga Dr. Jan Low |
Cape Verde
Uganda
Amerika Serikat |
Mengembangkan ubi jalar biofortifikasi genetis berwarna jingga di CGIAR CIP |
| Dr. Howarth Bouis |
Amerika Serikat |
Pendiri HarvestPlus, suatu LSM besar yang mengembangkan tanaman-tanaman biofortifikasi menggunakan cara-cara pemuliaan konvensional. |
| 2015 |
Sir Fazle Hasan Abed |
Bangladesh |
Pendiri BRAC, LSM dunia terbesar, yang dianugerahi karena karya substansial dalam mengurangi kesmikinan di Bangladesh dan sepuluh negara lainnya.[4] |
| 2014 |
Dr Sanjaya Rajaram |
India |
Mengembangkan hingga 480 kultivar gandum yang tahan penyakit[5] |
| 2013 |
Dr Mary-Dell Chilton,[6] Dr Robert Fraley,[7] Dr Marc Van Montagu[8] | Amerika Serikat
Amerika Serikat
Belgia |
Pengembangan bioteknologi tanaman modern yang mendukung ketersediaan dan ketahanan pangan global[2][9] |
| 2012 |
Dr Daniel Hillel | Israel |
Penelitian dan implementasi pengairan mikro di wilayah kering |
| 2011 |
John Agyekum Kufuor Luiz Inácio Lula da Silva | Ghana Brasil |
Menciptakan dan mengimplementasikan kebijakan politik untuk mengentaskan kelaparan dan kemiskinan di negara mereka |
| 2010 |
David Beckmann Jo Luck | Amerika Serikat |
Membangun Bread for the World dan Heifer International menjadi dua organisasi penting dunia yang memimpin usaha pengentasan kelaparan dan kemiskinan di dunia. |
| 2009 |
Gebisa Ejeta | Ethiopia |
Pengembangan sorghum hibrida pertama di Afrika yang tahan kekeringan dan gulma parasit genus Striga |
| 2008 |
Bob Dole George McGovern | Amerika Serikat |
Memimpin dan menggiatkan komitmen global dalam pemberian makan di sekolah yang meningkatkan kehadiran sekolah dan asupan nutrisi bagi jutaan anak-anak di negara miskin |
| 2007 |
Dr Philip E. Nelson | Amerika Serikat |
Melakukan perubahan besar terhadap aktivitas pemrosesan, pengemasan, transportasi, dan distribusi makanan dengan penyempurnaan teknologi pengemasan aseptik curah dan diseminasi teknologi ke seluruh dunia |
| 2006 |
Edson Lobato, Alysson Paolinelli, Dr A. Colin McClung | Brasil
Brasil
Amerika Serikat |
Memimpin kegiatan di bidang ilmu tanah dan implementasi kebijakan yang membuka wilayah Cerrado di Brasil untuk produksi pertanian dan pangan |
| 2005 |
Dr Modadugu Vijay Gupta | India |
Pengembangan dan diseminasi teknik budi daya perikanan yang murah dengan ikan tilapia |
| 2004 |
Prof. Yuan Longping Dr Monty Jones | Tiongkok
Sierra Leone |
Pengembangan varietas beras hibrida (Yuan Longping) Pengembangan Beras Baru Afrika yang memiliki potensi meningkatkan hasil beras di Afrika (Monty Jones) |
| 2003 |
Catherine Bertini | Amerika Serikat |
Mengubah World Food Programme dari program pembantu pembangunan menjadi organisasi pangan yang besar dan efektif bagi kemanusiaan |
| 2002 |
Dr Pedro Sanchez | Amerika Serikat /
Kuba |
Pengembangan metode untuk mengembalikan kesuburan tanah di lahan terdegradasi di Afrika dan Amerika Selatan |
| 2001 |
Dr Per Pinstrup-Andersen | Denmark |
Pendirian program "Food For Education" di mana berbagai keluarga menerima subsidi pangan ketika anak-anak mereka tetap mengenyam pendidikan di sekolah |
| 2000 |
Dr Evangelina Villegas, Dr Surinder K. Vasal | Meksiko India |
Pengembangan jagung berprotein tinggi |
| 1999 |
Dr Walter Plowright | Britania Raya |
Pengembangan vaksin yang melawan penyakit sapi rinderpest. |
| 1998 |
Dr B. R. Barwale | India |
Pendiri perusahaan benih independen Mahyco yang mampu memperkuat suplai dan distribusi benih di seluruh India |
| 1997 |
Dr Ray F. Smith, Dr Perry Adkisson | Amerika Serikat Amerika Serikat |
Pengembangan konsep Manajemen Hama Terintegrasi yang mendayagunakan berbagai metode untuk melindungi tanaman dari serbuan hama serangga dalam lingkungan yang berkelanjutan |
| 1996 |
Dr Henry Beachell, Dr Gurdev Khush | Amerika Serikat India |
Pengembangan varietas "beras ajaib" yang meningkatkan produksi beras di Asia hingga dua kali lipat. |
| 1995 |
Dr Hans Rudolf Herren | Swiss |
Pengembangan program pengendalian hama dari famili Pseudococcidae yang menyerang produksi singkong Afrika |
| 1994 |
Dr Muhammad Yunus | Bangladesh |
Pendiri Bank Grameen di Bangladesh yang mengembangkan program pinjaman inovatif untuk rakyat miskin |
| 1993 |
He Kang | Tiongkok |
Memulai reformasi produksi pangan swasembada di Tiongkok ketika masih menjabat sebagai Menteri Pertanian |
| 1992 |
Dr Edward F. Knipling, Dr Raymond C. Bushland | Amerika Serikat Amerika Serikat |
Pengembangan metode serangga steril untuk mengendalikan hama yang merusak tanaman pangan |
| 1991 |
Dr Nevin S. Scrimshaw | Amerika Serikat |
Melakukan studi gizi bagi manusia yang memicu penggunaan produk pangan berprotein tinggi untuk melawan malagizi di negara berkembang[10] |
| 1990 |
Dr John Niederhauser | Amerika Serikat |
Pengembangan kentang yang tahan hama Phytophthora infestans |
| 1989 |
Dr Verghese Kurien | India |
Pendiri Operation Flood, program pembangunan pertanian terbesar di dunia yang mendorong petani membentuk koperasi dan menghindari tengkulak |
| 1988 |
Dr Robert F. Chandler | Amerika Serikat |
Pendiri International Rice Research Institute. Dedikasinya pada pengembangan varietas beras tropika telah meningkatkan produksi beras hingga tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan varietas beras tradisional. |
| 1987 |
Prof. M. S. Swaminathan | India |
Memperkenalkan gandum dan beras yang mampu menghasilkan dalam jumlah besar yang memulai Revolusi Hijau di India |