Mary-Dell Chiltonlahir 2 Februari 1939 adalah salah satu ilmuwan pendiri bioteknologi tumbuhan modern.
Ia merupakan yang pertama kali mendemonstrasikan keberadaan fragmen DNAplasmid TiAgrobacterium di dalam DNA inti jaringan gall. Penelitiannya mengenai Agrobacterium juga menunjukan bahwa gen yang berperan dalam menyebabkan penyakit dapat dihilangkan dari bakteri tanpa menyebabkan perubahan dalam kemampuannya memasukkan DNA-nya sendiri ke dalam tanaman dan memodifikasi gen tenaman. Chilton menjelaskan bahwa ia telah melucuti plasmid bakteri yang berperan dalam melakukan pemindahan DNA. Ia dan rekannya memproduksi tanaman termodifikasi secara genetika pertama di dunia menggunakan Agrobacterium yang membawa plasmid Ti yang telah dilucuti.[1]
Chilton meraih gelar Ph.D. dari Universitas Illinois. Ketika ia berada di Universitas Washington di akhir tahun 1970an dan awal 1980an, ia memimpin penelitian yang memproduksi tanaman transgenik pertama.
Ia merupakan Anggota Sains Kehormatan di perusahaan Syngenta. Ia memulai karier di perusahaan Syngenta ketika perusahaan itu masih berupa CIBA-Geigy.
Chilton merupakan pengarang lebih dari 100 publikasi ilmiah. Syngenta, demi menghormati pencapaiannya, mendirikan Mary-Dell Chilton Center, sebuah pusat konferensi dan administrasi yang menjadi bagian dari perusahaan Syngenta yang berada di North Carolina.[5]
↑(Prancis) Catherine Morand, "Le prix mondial de l'alimentation à Monsanto et Syngenta? Une farce", www.letemps.ch, 16 October 2013 (page visited on 16 October 2013).
Chilton, MD (1979). "Agrobacterium Ti plasmids as a tool for genetic engineering in plants". Basic life sciences. 14: 23–31. PMID233066.
Chilton, Mary-Dell; Drummond, Martin H.; Merlo, Donald J.; Sciaky, Daniela; Montoya, Alice L.; Gordon, Milton P.; Nester, Eugene W. (1977). "Stable incorporation of plasmid DNA into higher plant cells: The molecular basis of crown gall tumorigenesis". Cell. 11 (2): 263–71. doi:10.1016/0092-8674(77)90043-5. PMID890735.