1901 - Perang Dunia II
Pada tahun 1901, Monsanto didirikan di St. Louis, Missouri, sebagai sebuah perusahaan kimia.[18] Pendirinya adalah John Francis Queeny, seorang veteran muda di industri farmasi berusia 30 tahun. Ia mendirikan perusahaan ini dengan uangnya sendiri dan modal dari sebuah distributor minuman ringan. Ia menggunakan nama belakang istrinya, Olga Méndez Monsanto, sebagai nama perusahaan ini. Istrinya adalah keturunan keluarga Monsanto yang Sefardim.[19] Produk pertama perusahaan ini adalah aditif makanan komoditas, seperti pemanis buatan sakarin, kafein, dan vanillin.[20]: 6 [21][22][23][24]
Pada tahun 1919, Monsanto berekspansi ke Eropa melalui kemitraan dengan Graesser's Chemical Works di Cefn Mawr, Wales. Kemitraan tersebut memproduksi vanilin, aspirin, dan bahan mentahnya, asam salisilat, serta kemudian memproduksi bahan kimia untuk pemrosesan karet. Pada dekade 1920-an, Monsanto berekspansi ke bahan kimia industrial dasar, seperti asam sulfat dan PCB. Pada tahun 1928, anak Queeny, Edgar Monsanto Queeny mengambil alih perusahaan ini. Pada tahun 1926, perusahaan ini mendirikan dan mendaftarkan sebuah kota bernama Monsanto di Illinois (kini dikenal sebagai Sauget). Kota tersebut dibentuk untuk meminimalisir regulasi dan pajak yang dikenakan kepada pabrik milik Monsanto, karena pada saat itu, pemerintah kota memegang sebagian besar wewenang yang terkait dengan lingkungan. Kota Monsanto lalu diubah namanya menjadi Sauget untuk mengenang Leo Sauget, presiden pertama kota tersebut.[25]
Pada tahun 1935, Monsanto membeli Swann Chemical Company asal Anniston, Alabama, sehingga resmi masuk ke bisnis produksi PCB.[26][27][28]
Pada tahun 1936, Monsanto mengakuisisi Thomas & Hochwalt Laboratories asal Dayton, Ohio, untuk mengakuisisi keahlian Charles Allen Thomas dan Carroll A. Hochwalt. Laboratorium tersebut kemudian menjadi Departemen Riset Pusat Monsanto.[29]: 340–341 Thomas menghabiskan sebagian besar kariernya di Monsanto, dengan menjadi Presiden (1951–1960) dan Chairman (1960–1965). Ia akhirnya pensiun pada tahun 1970.[30] Pada tahun 1943, Thomas dipanggil untuk menghadiri rapat di Washington, D.C., dengan Leslie Groves, komandan Proyek Manhattan, dan James Conant, presiden Universitas Harvard dan chairman National Defense Research Committee (NDRC).[31] Keduanya mendesak Thomas untuk menjadi salah satu direktur dari Proyek Manhattan di Los Alamos bersama Robert Oppenheimer, tetapi Thomas enggan meninggalkan Dayton dan Monsanto.[31] Ia kemudian bergabung ke NDRC, dan Departemen Riset Pusat Monsanto pun mulai mengadakan riset yang terkait.[32]: vii Untuk itu, Monsanto mengoperasikan Proyek Dayton, dan kemudian Mound Laboratories, serta membantu pengembangan senjata nuklir pertama.[31]
Pasca Perang Dunia II
Pada tahun 1946, Monsanto mengembangkan dan memasarkan deterjen cuci "All", yang kemudian dijual ke Lever Brothers pada tahun 1957.[33] Pada tahun 1947, pabrik stirena milik Monsanto hancur akibat Bencana Kota Texas.[34] Pada tahun 1949, Monsanto mengakuisisi American Viscose Corporation dari Courtaulds. Pada tahun 1954, Monsanto bermitra dengan Bayer asal Jerman untuk membentuk Mobay dan memasarkan poliuretan di Amerika Serikat.[35]
Monsanto mulai memproduksi DDT pada tahun 1944, bersama sekitar 15 perusahaan lain. Insektisida tersebut penting untuk melawan nyamuk penyebar malaria. Karena toksisitasnya, DDT akhirnya dilarang di Amerika Serikat pada tahun 1972.
Pada tahun 1977, Monsanto berhenti memproduksi PCB, dan Kongres pun melarang produksi PCB dua tahun kemudian.[36][37][38]