Sejarah
Keuskupan Agung tersebut bermula pada 1662, saat Vikariat Apostolik Siam dibuat [1][2][3] pada wilayah yang dipisahkan dari Vikariat Apostolik Cochin (di Vietnam). Mgr. Joseph Louis Coudé/Condé[4] kemudian memperluas wilayah Vikariat Apostolik Siam hingga wilayah Kedah bersama Imam Arnaud Garnault dengan mendirikan sebuah paroki yang berisi warga pengungsi/refugees dari Siam dan Orang-orang Kristang. Paroki di Kedah kemudian berpindah ke Penang pada tahun 1786 dan mempersiapkan cikal bakal Keuskupan Pulau Pinang.
Vikariat Apostolik tersebut berganti nama menjadi Vikariat Apostolik Siam Timur (Siam Orientale)[1][2] pada 10 September 1841, saat pemekaran wilayah untuk pendirian Vikariat Apostolik Siam Barat. Pada tanggal 4 Mei 1899, vikariat apotolik tersebut mengalami pemekaran teritorial lainnya untuk pendirian Vikariat Apostolik Laos.
Vikariat Apostolik tersebut berganti nama menjadi Vikariat Apostolik Bangkok[1][2] pada 3 Desember 1924.
Vikariat Apostolik tersebut mengalami pemekaran teritorial lainnya: pada 30 Juni 1930 untuk pendirian Misi sui juris Rajaburi, pada 11 Mei 1944 untuk pendirian Vikariat Apostolik Chantaburi dan pada 17 November 1959 untuk pendirian Prefektur Apostolik Chiang Mai, yang keduanya sekarang bawahannya.
Pada 18 Desember 1965, vikariat apostolik tersebut diangkat menjadi keuskupan agung metropolitan.[1]
Pada 9 Februari 1967, keuskupan agung tersebut mengalami pemekaran wilayah untuk pendirian Keuskupan Nakhon Sawan, sebagai bawahannya.
Keuskupan agung tersebut dikunjungi Paus Yohanes Paulus II pada Mei 1984.