Yan Nawa pada masa lalu disebut Ban Thawai (Desa Tavoy, บ้านทะวายcode: th is deprecated )[2] atau Ban Khok Khwai (desa pemeliharaan kerbau air, บ้านคอกควายcode: th is deprecated ) karena adanya konsentrasi besar orang Tavoy yang sering membawa kerbau air ke pasar untuk diperdagangkan. Wilayah ini kemudian menjadi Distrik Ban Thawai pada masa pemerintahan Raja Chulalongkorn, dan merupakan bagian dari Provinsi Phra Pradaeng. Ketika wilayah tersebut dihapuskan sebagai provinsi pada tahun 1932, bagian utaranya dimasukkan ke Provinsi Phra Nakhon (Bangkok). Ban Thawai kemudian diubah namanya menjadi Distrik Yan Nawa, sejalan dengan perubahan nama Wat Ban Thawai menjadi Wat Yan Nawa.
Wilayah ini menjadi sebuah khet pada tahun 1972 dan dibagi menjadi khwaeng seperti saat ini pada tahun 1975. Pada 9 November 1989, sebagian wilayah Yan Nawa dipisahkan untuk membentuk dua distrik baru, yaitu Sathon dan Bang Kho Laem. Wat Yan Nawa, kuil yang menjadi asal nama distrik tersebut, kini berada di Distrik Sathon. Pada masa lalu, perairan Sungai Chao Phraya di Yan Nawa dipengaruhi oleh kenaikan permukaan laut, sehingga menjadikannya kawasan perairan payau yang menyerupai hutan bakau. Oleh karena itu, terdapat banyak sumber daya hewan air yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh penduduk setempat.
Pembagian administratif
Distrik ini terbagi menjadi dua subdistrik (khwaeng).