Bang Rak (bahasa Thai:บางรักcode: th is deprecated , pelafalan[bāːŋrák]) adalah salah satu dari 50 distrik (khet) di Bangkok, Thailand. Distrik ini terletak di tepi timur Sungai Chao Phraya, di luar Khlong Phadung Krung Kasem yang menandai batas kota lama. Berawal dari permukiman tepi sungai yang telah ada sejak sebelum berdirinya kota, Bang Rak kemudian berkembang ke arah daratan seiring dibangunnya jalan-jalan dan kanal-kanal baru pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20. Perkembangan ini menarik komunitas ekspatriat dan mendorong Bang Rak menjadi sebuah distrik komersial utama.
Pertumbuhan ekonomi Bangkok yang pesat pada akhir abad ke-20 menyebabkan kawasan sepanjang Jalan Si Lom dan Jalan Sathon bertransformasi menjadi salah satu distrik bisnis utama kota, yang dipenuhi sejumlah gedung pencakar langit. Distrik ini, yang secara resmi telah diakui setidaknya sejak tahun 1908, memiliki luas wilayah 554 kilometer persegi (214sqmi) dan jumlah penduduk terdaftar sebanyak 48.227 jiwa (per 2019).
Sejarah
Hingga pertengahan abad ke-19, perairan merupakan moda transportasi utama di dataran rendah Sungai Chao Phraya, sehingga sebagian besar penduduk bermukim di sepanjang tepi sungai dan kanal. Permukiman di kawasan ini telah terbentuk sejak masa Kerajaan Ayutthaya (abad ke-14–1767), dan beberapa wihara Buddha di dalam maupun sekitar Bang Rak berasal sejak periode tersebut.
Bangkok menjadi ibu kota dengan berdirinya Kerajaan Thonburi pada tahun 1767, dan sejak tahun 1782 berlanjut sebagai Kerajaan Rattanakosin. Kawasan tepi sungai di luar kota berbenteng Pulau Rattanakosin kemudian berkembang menjadi permukiman pinggiran yang dihuni oleh berbagai komunitas etnis.
Di bagian hilir kota, tepat di luar kawasan Pecinan Bangkok, terbentang kawasan tepi air yang kini dikenal sebagai Subdistrik Bang Rak. Kawasan ini dihuni oleh masyarakat Thai, Tionghoa, Vietnam, Melayu, Lao, Tavoy, serta keturunan Portugis, bersama beberapa kelompok lainnya. Pada tahun 1787, komunitas Portugis mendirikan sebuah gereja Katolik yang dipersembahkan kepada Bunda Rosario, yang kini berada di kawasan permukiman Talat Noi. Para imam asal Prancis kemudian menetap di wilayah ini untuk kegiatan misioner, yang selanjutnya diikuti oleh komunitas Protestan, terutama dari Amerika Serikat. Seiring meningkatnya perdagangan internasional pada abad ke-19, kawasan ini berkembang menjadi salah satu dari sekian banyak area pelabuhan di sepanjang sungai.[2]
Pembagian administratif
Distrik ini terbagi menjadi lima subdistrik (khwaeng).
↑"จำนวนประชากร". Official Statistics Registration Systems. Departemen Administrasi Provinsi, Kementerian Dalam Negeri. Diakses tanggal 16 Januari 2021.
↑Putimahtama, Poom (May–August 2015). "จีนย่านตลาดน้อย: ศรัทธาและเศรษฐกิจการค้าแห่งจีนสยาม"[Komunitas Tionghoa Talat Noi: Kepercayaan dan Perdagangan Orang Tionghoa di Siam]. Veridian e-Journal Humanities, Social Sciences and Arts (dalam bahasa Thai). 8 (2). Universitas Silpakorn: 2590–606. ISSN1906-3431.
Pranala luar
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Khet Bang Rak.