Konferensi Waligereja Thailand (bahasa Thai:สภาพระสังฆราชคาทอลิกแห่งประเทศไทยcode: th is deprecated ),[1] yang disebut juga sebagai Dewan Para Uskup Katolik Roma Thailand (bahasa Thai:สภาประมุขแห่งบาทหลวงโรมันคาทอลิกแห่งประเทศไทยcode: th is deprecated )[2] adalah suatu konferensi waligereja yang menghimpun uskup-uskup Gereja Katolik seluruh Thailand.[3] Lembaga ini terdiri atas para uskup Thailand yang menjabat sebagai pemimpin wilayah keuskupan di seluruh Thailand, yang berjumlah sebelas keuskupan.
Menurut Kitab Hukum KanonikGereja Katolik Roma, Buku II, Bagian II, Bab II, Pasal IV, ditetapkan adanya konferensi waligereja sebagai suatu badan yang menjalankan tugas penggembalaan umat Katolik dalam wilayahnya masing-masing, guna memajukan kebaikan yang dianugerahkan Gereja kepada umat manusia dalam berbagai bentuk, khususnya dalam karya pewartaan Injil. Anggota konferensi ini terdiri atas para uskup yang menjabat di keuskupan-keuskupan dalam negara tersebut, tidak termasuk uskup tituler dan nunsius apostolik.[4]
Para uskup wilayah misi di Thailand kemudian bergabung untuk mendirikan konferensi ini dengan persetujuan Takhta Suci pada tahun 1965, dengan nama Konferensi Waligereja Katolik Thailand. Uskup Ubon RatchathaniClaudius-Philippe Bayet, M.E.P., menjadi ketua pertama konferensi tersebut.[5] Selanjutnya, Departemen Urusan Agama Thailand meminta agar nama lembaga ini diubah menjadi "Dewan Para Uskup Katolik Roma Thailand", dan kemudian mengakuinya sebagai organisasi keagamaan khusus pada 9 September 1969.[6]