Prefek Apostolik di Mongolia tidak tergabung dalam suatu konferensi waligereja, tetapi juga merupakan anggota Federasi Konferensi Waligereja Asia. Secara formal, terdapat Kedutaan Besar untuk Mongolia pada tingkat representasi diplomatik, tetapi dalam Kedutaan Besar untuk Korea Selatan yang berbasis di Seoul.
Sejarah
Kehadiran Prefektur Apostolik Ulaanbaatar dimulai pada 14 Maret 1922 sejak pendirian Misi sui iuris Mongolia Luar (Hanzi:外蒙古自治傳教區) sebagai pemekaran dari Vikariat Apostolik Mongolia Tengah (Hanzi:中蒙古代牧區; kini menjadi Keuskupan Xiwanzi). Pada tahun 1924, misi sui iuris ini diubah namanya menjadi Misi sui iuris Urga (atau Ulanbator; Hanzi:庫倫自治傳教區). Pada 8 Juli2002, wilayah misi sui iuris Urga ditingkatkan statusnya dan dinamai Prefektur Apostolik Ulaanbaatar (Hanzi:乌兰巴托宗座监牧区).
Pada 28 Agustus2016, Prefektur Apostolik Ulaanbaatar merayakan tahbisan imam asli Mongolia pertama oleh Prefek Apostoliknya. Sementara itu, sejumlah seminaris sedang melaksanakan studi di Korea Selatan.
Statistik
Per 2014, terdapat 919 umat Katolik (0,0% dari total 3.227.000) dalam 1.564.120km² yang terbagi dalam 6 paroki dan satu misi dengan 17 imam. Dari 17 imam, 14 merupakan imam ordo dan 3 lainnya merupakan imam diosesan. Terdapat pula 61 orang dalam hidup bakti (43 wanita dan 18 pria), serta 2 orang seminaris.[1]
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.
Para uskup di RRT, Afganistan, dan Iran tidak bergabung dalam salah satu konferensi internasional Ritus Latin.
CELRA juga meliputi beberapa negara di Afrika.
Turki bergabung dalam Konferensi Internasional di Eropa.