Ciri utama Teks Western adalah kecintaan untuk membuat parafrasa: "Kata-kata atau kelompok kata dapat diubah, dihilangkan dan disisipkan dengan kebebasan yang mencengangkan, sedangkan maknanya tampak dapat dipancarkan dengan kekuatan dan kepastian yang lebih besar."[1] Salah satu kemungkinan sumber penghalusan adalah keinginan untuk mengharmonisasikan dan menyempurnakan: "Keunikan lebih dari Teks Western adalah kesediaan untuk mengambil perubahan atau tambahan dari sumber-sumber luar ke dalam kitab-kitab yang kemudian termasuk kanon."[1] Teks ini sering kali menunjukkan varian yang lebih panjang dari suatu bagian, tetapi di beberapa bagian, termasuk di akhir Injil Lukas, mempunyai varian lebih pendek, yang disebut "Western non-interpolations".
Hanya ada satu naskah uncial bahasa Yunani yang dianggap mengandung jenis teks Western pada empat Injil dan Kisah Para Rasul, yaitu Codex Bezae dari abad ke-5; sementara naskah Codex Claromontanus dari abad ke-6 dianggap mengandung teks Western untuk surat-surat Paulus, dan diikuti oleh dua Uncial dari abad ke-9: F and G. Banyak bacaan "Western" juga dijumpai dalam terjemahan Siria kuno untuk kitab Injil, demikian pula dalam terjemahan Sinai dan Kuretonia, meskipun tidak ada kesatuan pendapat apakah versi-versi ini dapat dijadikan saksi-saksi teks Western. Sejumlah naskah papirus kuno yang terfragmentari dari Mesir juga memuat bacaan Western, 29, 38, 48; tambahan pula, Codex Sinaiticus dianggap mewakili teks Western pada delapan pasal pertama Injil Yohanes. Istilah "Western" sebenarnya salah kaprah karena banyak naskah jenis teks Western ditemukan di Ritus Timur, termasuk Siria.[2]
Bruce M. Metzger, Bart D. Ehrman, The Text of the New Testament: Its Transmission, Corruption, and Restoration, Oxford University Press, New York, Oxford 2005, pp.276–277.
Bruce M. Metzger, A Textual Commentary On The Greek New Testament: A Companion Volume To The United Bible Societies' Greek New Testament, 1994, United Bible Societies, London & New York, pp.5*-6*.